Peradaban Baru Koperasi Indonesia

Pojok Bara

#Catatan Kamaruddin Batubara#

Klikbmi, Tangerang – Peradaban baru koperasi Indonesia adalah cita-cita luhur yang ingin diciptakan  dengan berdirinya koperasi di Indonesia beserta cara pandang, manajemen, kebiasaan serta budaya  berkoperasi dalam arti luas.

Koperasi Indonesia dipahami sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan bagi anggota dan masyarakat. Namun cara pandang, manajemen, kebiasaan dan budaya berkoperasi dalam arti luas perlu diperbarui agar tujuan berkoperasi yang adi luhung bisa dicapai.

Paling tidak ada 5 poin penting peradaban baru koperasi Indonesia.Pertama, koperasi itu besar. Cara pandang pegiat koperasi dan masyarakat terhadap koperasi masih perlu diluruskan. Koperasi dianggap sebagai entitas bisnis kecil dan remeh temeh. Koperasi dianggap sebagai pekerjaan sampingan dan menutup kemungkinan menjadi perusahaan besar. Beberapa cara pandang seperti inilah yang harus diluruskan. 

Kedua, Koperasi harus dikelola professional. Manajemen koperasi identik dengan manajemen apa adanya. Bahkan manajemen amburadul. Jika kita baca literatur koperasi, yang terlihat bukan manajemen professional tetapi manajemen penuh kendala yang siap diatasi. Peradaban baru koperasi Indonesia mengusung konsep manajemen profesional.

Ketiga, koperasi wajib mandiri, berkaraktek dan bermartabat. Kemandirian koperasi itu mutlak, koperasi tidak boleh tergantung oleh siapapun di luar anggota koperasi sebagai pemilik. Oleh karena itu menguatkan partisipasi anggota adalah faktor penting dalam berkoperasi. Dilihat dari kebiasaan, koperasi dipahami sebagai alat untuk mencari bantuan dan sumbangan pemerintah. Sehingga orang mendirikan koperasi hanya bertujuan untuk mencari bantuan. Pada sudut pandang peradaban baru koperasi Indonesia, hal ini tidak boleh ada lagi. Koperasi adalah perusahaan yang setara dengan Perseroan Terbatas (PT) dan mampu menjadi besar karena lebih mudah mencari permodalan dari anggota yang jumlahnya besar dan captive market yang besar. Selain mandiri, koperasi harus punya karaker kuat sehingga bermartabat. Budaya berkoperasi harus berubah dari budaya minor dan budaya meminta menjadi mandiri, berkarakter dan bermartabat. Bukan hanya pengurus koperasi yang memiliki pandangan ini, tetapi anggota harus menjadi pribadi yang sejahtera ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan spriritualnya.

Keempat, koperasi itu pemberdayaan. Koperasi bukan alat untuk beternak uang. Subjeknya adalah manusia dan objeknya adalah manusia. Uang hanya menjadi alat pemberdaya. Koperasi yang benar adalah koperasi yang memberdayakan anggota juga masyarakat. 

Kelima, koperasi itu peduli sesama. Koperasi yang benar – benar koperasi harus peduli dengan sesama, harus berjalan dengan semangat berbagi, tolong – menolong dan memberdayakan. Koperasi itu peduli sesama dan berjiwa sosial. Koperasi sebagai perusahaan memiliki tujuan ganda, koperasi tidak hanya sekedar mencari keuntungan tetapi memiliki sifat berbagi kepada sesama (anggota dan non anggota) yang merupakan cerminan dari sifar tolong – menolong. Koperasi juga memiliki fungsi untuk memberdayakan anggota dan non anggota dalam mewujudkan kesejahteraan yang mandiri dan bermartabat.

Koperasi dengan peradaban baru menekankan pada model koperasi yang memberdayakan, khusus Koperasi BMI adalah koperasi kami yang memadukan model Grameen Bank dengan sistem koperasi untuk memberikan kesejahteraan anggota dan masyarakat pada umumnya untuk semangat pemerataan ekonomi yang berkeadilan.

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *