Perubahan Di Tangan Pemuda

Edu Syariah

Nasehat Dhuha Minggu, 2  Januari 2022| 28 Jumadil Awal 1443 H | Oleh : Ustadz M Reza Prima, ME

Klikbmi, Tangerang – Setiap perubahan di dunia ini selalu dipelopori atau paling tidak diikuti/disertai oleh pemuda. Berapa banyak kisah di dalam Al-Qur’an yang mengisahkan perjuangan pemuda, bahkan kisah perlawanan terhadap tiran juga dipelopori kaum muda. Allah Ta’ala menyebtkan dalam surat Al-Kahfi:

﴿ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى ﴾ [الكهف:13].

“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda (FITYAH) yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” [Q.S. Al-Kahfi/18: 13]

Kisah perlawanan sekumpulan para pemuda (Ash-habul Kahfi) diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an dan menjadi nama surat, Al-Kahfi yang berarti goa, karena para pemuda ini akhirnya harus menyelamatkan diri ke dalam goa.

KETIKA Ibrahim menghancurkan berhala di Babil (baca, Babilonia) kemudian menancapkan kapak pada bahu berhala terbesar. Kemudian ia kembali ke kaumnya dan mereka melihat hal ini, kaumnya berkata,

﴿ سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ ﴾ [الأنبياء:60].

“Kami dengar ada seorang Pemuda (FATA) yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.” [Q.S. Al-Anbiya’/22: 60]

Mereka menyebut Ibrahim dengan kata Fata yang berarti pemuda, karena memang Ibrahin di waktu itu masih muda dan ia berani melakukan perubahan besar sekalipun haru berhadapan dengan masyarakatnya dan bahkan penguasa Babilonia kala itu.

Begitupula pada kisah Musa, Allah menyebut para pengikut Musa adalah para pemuda (Dzuriyah), Allah berfirman:

﴿ فَمَا آمَنَ لِمُوسَى إِلاَّ ذُرِّيَّةٌ مِّن قَوْمِهِ ﴾ [يونس:83].

“Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Fir’aun)” [Q.S. Yunus/10: 83]

قال ابن كثير رحمه الله: “وهؤلاء هم الشباب؛ لأن سنة الله في الدعوة بَدْأً من نوح إلى أن يرث الله الأرض ومن عليها، إنما الذين يحملون همها هم الشباب.

Ibnu Katsir berkata, “Mereka adalah para pemuda karena sunnatullah dalam dakwah dimulai dari Nuh hingga Allah mewariskan bumi dan apa saja yang ada di atasnya, yang mengemban cita-cita itu adalah para pemuda.”


PASUKAN RASULULLAH dalam futuh Makkah juga terdiri dari para pemuda, Al-Abbas mengatakan ketika itu:

“يا محمد، هؤلاء الأحداث لا نعرفهم”.

“Ya Muhammad, mereka adalah para pemuda belia yang tidak kami kenal.”

Itulah sebabnya, para sahabat Nabi dan orang terdekatnya adalah para pemuda, karena merekalah barisan yang dapat diajak untuk melakukan perubahan. Lihatlah daftar masuk islamnya para sahabat yang kami nukilkan dari kitab berbahasa arab berikut:

وأبو عبيدة بن الجراح رضي الله عنه – أمين هذه الأمة – أسلم في الثانية والثلاثين من عمره.

Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah -semoga Allah meridhainya- orang yang terpercaya dari umat ini, beliau masuk Islam pada usia 32 tahun.

• وعبد الرحمن بن عوف رضي الله عنه – من المبشرين بالجنة – أسلم في الثلاثين من عمره.

Abdurrahman bin ‘Auf -semoga Allah meridhainya- orang yang diberitakan masuk surga, beliau masuk Islam pada usia 30 tahun.

• وزيد بن حارثة رضي الله عنه أسلم في الثلاثين من عمره، وكلهم لم يصلوا إلى سن الكهولة، بل هم في سن الشباب.

Zaid bin Haritsah -semoga Allah meridhainya- masuk Islam pada usia 30 tahun

• وعُمِر رضي الله عنه أسلم في السادسة والعشرين من عمره.

Umar -semoga Allah meridhainya- beliau masuk Islam pada usia 26 tahun.

• وعثمان رضي الله عنه أسلم في سن العشرين من عمره.

Utsman -semoga Allah meridhainya- beliau masuk islam pada usia 20 tahun.

• وصهيب رضي الله عنه أسلم في سن التاسعة عشرة من عمره.

Shuhaib -semoga Allah meridhainya- beliau masuk Islam pada usia 19 tahun.

• وطلحة بن عبيد الله رضي الله عنه أسلم وعمره سبع عشرة سنة، وقد سمَّاه النبي صلى الله عليه وسلم: “طلحة الخير”.

Thalhah bin Ubaidillah -semoga Allah meridhainya- beliau masuk Islam pada usia 17 tahun. Dan Nabi menamakannya dengan Thalhah Al-Khair.

• والزبير بن العوام رضي الله عنه ابن عم النبي صلى الله عليه وسلم أسلم وعمره ستة عشر عامًا، وقال النبي صلى الله عليه وسلم: “إن لكل نبي حواريًا، وحواري الزبير”، والحسن والحسين رضي الله عنهما سيدا شباب أهل الجنة.

Az-Zubair bin Al-‘Awwam -semoga Allah meridhainya- putra paman Nabi, beliau masuk Islam pada usia 16 tahun. Nabi bersabda, “Sesungguhnya setiap Nabi memiliki pembela dan pembelaku adalah Az-Zubair, Al-Hasan dan Al-Husein; pemimpin para pemuda ahli surga.”

• والأرقم رضي الله عنه أسلم وعمره أحد عشر عامًا. فهؤلاء الذين قامت على أكتافهم دعوة الإسلام.

Al-Arqam-semoga Allah meridhainya- beliau masuk Islam dan usianya 11 tahun. Pada pundak merekalah dakwah Islam berdiri.

***

Perubahan dalam setiap masa dan sejarah selalu melibat pemuda. Al-Qur’an mengisahkan semua itu dalam ayat yang banyak, bukan hanya satu atau dua ayat, namun dalam banyak ayat Al-Qur’an. Maka, melibatkan para pemuda dalam proyek perubahan adalah sebuah kemestian dan ini adalah dalil yang paling kuat akan keutamaan pemuda. Tidak salah jika pendiri bangsa ini, Sukarno pernah berucap.”Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan aku cabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *