Radius Usman : Akselerasi Bisnis Koperasi BMI Grup Dibangun Melalui Profesionalisme Manajemen

BMI Corner

Klikbmi, Tangerang – Hari ini Rabu, 16/11 Radius Usman, Wakil Presiden Direktur Koperasi BMI Grup yang juga Dirut Koperasi Konsumen Benteng Mikro Indonesia (Kopmen BMI) memberikan materi pada acara diklat perkoperasian bagi UKM di Kota Tangerang. Bertempat di Lt.4 Gedung Cisadane 25 peserta dengan antusias menyimak materi yang dipaparkan Radius.

Setelah memperkenalkan diri, Radius memotivasi yang hadir bahwa setiap yang besar dimulai dari yang kecil. Ia katakan BMI memulai usaha sektor keuangan tahun 2003 hanya dengan Rp 250 juta. “Uang Rp 250 juta waktu itu kita salurkan ke 150-an orang. Kita memulai bisnis boleh dari kecil, tetapi tetap harus dengan perbaikin sistem terus-menerus” ujar Radius.

Dalam kapasitasnya sebagai Dirut Kopmen BMI, ia memaparkan tentang aktifitas BMI Point. Ia membuka diri bekerjasama dengan koperasi yang dikelola oleh para peserta. BMI Point merupakan sarana untuk bertransaksi bagi para anggota koperasi dan juga masyarakat luas. Dalam paparan awal, Radius berharap melalui kegiatan ini para peserta yang menjadi pengurus koperasi bisa bekerjasama dengan Koperasi BMI Grup.

Baca juga : https://klikbmi.com/bmi-point-bantu-pedagang-pasar-naik-kelas/

Radius yang juga wakil direktur utama Kopsyah BMI pada sesi diklat yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Tangerang menyampaikan tema manajemen kepengurusan, keanggotaan dan permodalan koperasi.

Peserta Diklat Perkoperasian Menyimak Paparan

Melanjutkan paparan diskusi pria kelahiran Cirebon ini menjelaskan tentang koperasi yang sebenarnya dan koperasi yang sekedar berbaju koperasi saja. Ia menyampaikan bahwa banyak orang mendirikan per-sekutuan perusahaan diberi nama koperasi, tetapi badan itu pada dasarnya bukan koperasi. Keadaan ini bisa merusak di kemudian hari dan juga mengganggu kesuburan hidup koperasi.

”Koperasi BMI menempatkan anggota menjadi pemilik, pengguna dan pengendali sehingga menjaga prinsip, nilai dan jati diri koperasi.  Koperasi BMI menjaga koperasi tetap menjadi koperasi, oleh karenanya dalam pengembangan atau pemekaran koperasi sesuai pasal 15 dan 16 UU Koperasi No. 25 Tahun 1992, semua pengembangan usaha dengan badan hukum koperasi dan bukan dengan PT” ujar Radius.

Sirkit Bisnis Koperasi BMI Grup Sumber Materi Radius Usman

Alumnus IPB University ini mengatakan koperasi sebagai badan usaha, ia katakan koperasi merupakan sebuah perusahaan yang harus mampu berdiri sendiri menjalankan kegiatan usahanya untuk memperoleh laba. Sehingga dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan memberikan kesejahteraan bagi anggota-anggotanya

”Selain itu koperasi sebagai organisasi ekonomi yang berwatak sosial harus mampu menjalankan kegiatannya secara seimbang, jangan sampai kegiatan ekonominya tidak diisi dan hanya di landasi oleh nilai-nilai kemasyarakatan tertentu” paparnya lagi.

Radius menjelaskan tentang kewajiban koperasi kepada anggota. ”Koperasi menempatkan anggota sebagai pemilik, pengguna dan sekaligus pengendali koperasi, koperasi menjalankan pendidikan perkoperasian kepada anggota secara rutin dan berkala, koperasi mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat untuk menjadi anggota koperasi dan koperasi harus melibatkan anggota dalam setiap pengambilan keputusan terkait kebijakan dan kepentingan koperasi, hal ini dilakukan melalui RAT. Koperasi juga harus memastikan anggota menjalankan kewajiban dan menerima haknya” papar Radius melanjutkan.

Lebih lanjut Radius menjelaskan tentang permodalan koperasi. ”Modal Koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Kita harus menjadikan anggota sebagai sumber utama permodalan. Kemudian menciptakan sebanyak-banyaknya produk simpanan sesuai kebutuhan anggota. Dan terakhir memastikan semua anggota memperoleh haknya atas kontribusi dalam permodalan” ujar Radius melanjutkan materi.

”Jika kita bagi dari sisi permodalan, modal koperasi dapat dibagi menjadi model sendiri yang terdiri dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan  dan hibah” jelas Radius tentang modal sendiri.

Suasana Diklat Perkoperasian

Lalu ia menjelaskan tentang modal pinjaman yang bisa diperoleh oleh koperasi. ”Koperasi dapat meminjam dari  anggota, bank dan Lembaga lain,  koperasi lainnya dan/atau anggotanya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya dan Sumber lain yang sah” ujarnya menambahkan.

Menutup paparannya Radius memberikan kesimpulan bahwa pengurus bertanggung jawab terhadap maju mundurnya sebuah koperasi, pengurus harus menjalankan tata kelola perkoperasian secara baik dan benar, keanggotaan koperasi harus terbuka kepada seluruh warga negara Indonesia, partisipasi anggota merupakan kunci utama kemajuan sebuah koperasi dan Permodalan koperasi yang baik harus bersumber dari anggota. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *