Sabar Merupakan Cerminan Ketakwaan

Info ZISWAF

Nasehat Dhuha Kamis, 17 Juni 2021 | 7  Dzulka’dah 1442 H| Oleh :    Ust Sarwo Edy

Klikbmi, Tangerang –  Nasehat dhuha kali ini kembali kita masih akan belajar  dari Ust H Hendri Tanjung, Ph.D, Ketua Pengawas Syariah Kopsyah BMI.  Tema kita adalah tentang sabar. Sabar merupakan cerminan ketakwaan. Sabar! Badai pasti berlalu. Habis gelap terbitlah terang. Setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Itulah beberapa kutipan ataupun nasehat-nasehat ataupun kata-kata bijak untuk memberi motivasi seseorang agar terus melanjutkan perjalanan hidupnya walaupun banyak kerikil yang harus dihadapi.

Kata-kata bijak tersebut tidak muncul tanpa alasan. Kata-kata bijak itu muncul karena memang setiap orang akan merasakan yang namanya musibah ataupun cobaan. Berbeda orang berbeda juga cobaannya. Allah berfirman di dalam surat Al-Baqarah ayat 155 yang berbunyi :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Dikutip dari tausiyahnya Ustadz Hendri Tanjung, Ph.D (Ketua Pengawas Syariah Kopsyah BMI) yang tayang di youtube BMI News dengan judul Berkah Ramadhan: Sabar merupakan cerminan ketaqwaan. Beliau mengawali tausiahnya dengan mendoakan seluruh keluarga besar Kopsyah BMI dan Kopmen BMI (baik dari pengelola, karyawan dan juga anggota) dalam keadaan sehat wal afiat. Karena dalam kenyataannya pada saat video ini tayang kita sama-sama tahu bahwa hari-hari yang terlewati adalah hari-hari yang sulit bagi kita semua di tengah-tengah wabah covid-19 yang memaksa kita untuk tinggal di rumah dan membuat usaha seseorang menjadi terganggu, ekonomi nasional terganggu dan juga terkendala.

Simak tauziah : Sabar Merupakan Cerminan Ketakwan. https://www.youtube.com/watch?v=p4zqA9lci4k

Beliau mengingatkan kita agar tidak boleh putus asa karena kita punya Allah. Orang yang berputus asa adalah orang yang tidak beriman. Beliau mengutip dari firman Allah di dalam surat yusuf ayat 87 :

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.

Beliau menyeru kepada kita bahwa inilah (Tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan orang kafir) yang harus kita pegang kuat-kuat. Selanjutnya beliau menyeru kepada kita semua agar sabar menghadapi tantangan ini, menghadapi kesulitan-kesulitan ini dan juga menghadapi penderitaan-penderitaan ini. Karena orang-orang yang sabar dalam menghadapi kesulitan dan penderitaan itulah orang yang bertaqwa. Seruan ini berdasarkan kutipan firman Allah di dalam surat Al-Baqarah ayat 177. Beliau menggaris bawahi ujung dari ayat di atas yang berbunyi :

وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa

Di akhir video, beliau mendoakan kita semua agar menjadi orang-orang yang bertaqwa (lebih khusus dengan  berbagai cobaan yang menimpa). Sebagaimana kita ketahui, jika kita mengutip dari Al-qur’an Surat Al-Baqarah ayat 286, Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Itu menandakan bahwa sebuah ujian mencerminkan tingkat atau derajat seseorang. Jika Allah membebani kita ujian yang besar, berarti Allah menganggap kita adalah besar, mempunyai tingkatan kesabaran yang besar dan mampu untuk mengatasinya.

Mengeluh bukan solusi. Karena mengeluh hanya akan menghilangkan pahala sabar dan membuat energi  negatif di dalam tubuhnya yang berakibat pada aktifitas kesehariannya menjadi tidak positif.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung (Surat Ali Imron : 200)

Dari ayat di atas, menggambarkan bahwa kesabaran itu berkelanjutan dan bertingkat. Jika kita sudah bisa bersabar (dalam menghadapi ujian dan menghindari maksiat) tingkat pertama, maka kita diperintahkan untuk meneguhkan kesabaran kita agar yang menghadang dan menguji kesabaran kita kalah kesabaran dengan kita dan agar tetap siaga (beserta bertaqwa kepada Allah) agar beruntung mendapat surga-Nya. Pembiasan-pembiasan yang harus dilakukan agar dikaruniai kesabaran yang baik :

  1. Memiliki pandangan bahwa apa yang melekat pada dunia seisinya adalah amanah dari Allah SWT dan berusaha untuk memfungsikan dirinya sebagai pengamban amanah di hadapan manusia dan Allah SWT.
  2. Bersikap tumakninah dan ridha atas semua takdir yang diberikan Allah SWT, sehingga bersikap enjoy dengan kenyataan apa pun yang dihadapi dengan tetap berpegang pada agama Allah SWT.
  3. Sadar bahwa dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah Allah di muka bumi, menghadapi banyak tantangan yang berasal dari nafsunya sendiri, keluarga dan komunitas di sekitarnya bahkan dari setan yang menjadi musuh bebuyutan manusia. Kesabaran di sini merupakan separuh dari iman karena keyakinan adalah iman yang sepenuhnya.
  4. Mengetahui cara-cara meredakan amarah dengan berbagai cara dan polanya, sebagaimana petunjuk Rasulullah SAW.

Orang yang kuat bukan mereka yang selalu menang, Melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh (Kahlil Gibran)

Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang bersabar dan bertakwa. Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi).

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.