BMI Berikan Sepatu Khusus Kepada Fardhan, Bocah Dengan Kelainan Kaki Asal Cilegon

BMI Corner

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

Dan tidak ada satupun makhluk yang berjalan di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya (QS Huud: 6).

CILEGON – Rafardhan tidak bisa berlarian seperti anak seusianya. Kelainan di kakinya membuat waktu Fardhan dihabiskan di rumahnya, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Saban hari, ibunya, Lina Herlina (38) mengawasi perkembangan bocah 6 tahun itu. Fardhan- begitu sapaan akrabnya- hanya bisa duduk dan menggeser tubuhnya jika ingin bermanja dengan sang ibu. Apalagi memakai sepatu.

Lina adalah anggota Kopsyah BMI Pelayanan Cabang Gerogol. Seraya mengasuh si buah hati, Lina membuka warung kecil-kecilan di rumahnya. Dari warung tersebut, Lina bisa mencukupi belanja hariannya.

Bagi Lina, hal yang membuat dirinya selalu trenyuh adalah kondisi Fardhan. Di usianya yang seharusnya sudah bermain bersama anak tetangganya, si bungsu itu harus mendekam di rumah. Fardhan pun susah untuk berkomunikasi karena kelainan yang dideritanya. Keinginan Lina hanya satu, ingin melihat Fardhan bisa berjalan dengan normal.

Baca juga : Kursi Roda Dari BMI Membuat Kamad Kembali Bersemangat

Kondisi itu, akhirnya di dengar oleh Kopsyah BMI. Manajer BMI Cabang Gerogol Muhammad Endra menyerahkan bantuan sepatu AFO agar Rafardhan bisa berjalan dengan lancar, kemarin. AFO atau ankle foot orthosis merupakan alat bantu penyangga tubuh yang meliputi bagian bawah lutut, pergelangan kaki, dan kaki.

Dengan sepatu ini, anak atau orang dewasa bisa beraktivitas secara normal. Penyerahan bantuan dilakukan di rumahnya dan disaksikan langsung oleh suaminya, Roberto.

”Alhamdulillah, terima kasih BMI atas bantuannya. Sudah dibantu. Mudah-mudahan anak saya bisa berjalan dengan lancar,” paparnya usai penyerahan bantuan.

Lina mengatakan, ia dan suami sudah lama berencana membeli sepatu ini. Di pasaran harga sepatu ini mencapai Rp 2,5 juta. Sayang, kondisi bicara lain. Sudah setahun lebih, ibu dua ini menjadi tulang punggung keluarga setelah Roberto, suaminya yang bekerja sebagai sekuriti di non aktifkan karena pandemi. Namun kondisi ini mulali membaik setelah Roberto kembali diterima sebagai sekuriti di Pelabuhan Merak, akhir Juli lalu.

Fardhan berlatih berjalan dengan sepatu AFO bantuan Kopsyah BMI di rumahnya.

”Harga sepatunya kan jutaan pak, sementara dulu-dulu bapaknya nggak kerja, makanya saya begini (fokus memenuhi kebutuhan sehari-hari). Saya ucapkan terima kasih kepada BMI atas kepeduliannya kepada kami,” ujar Lina.

Sementara, Manajer Cabang Gerogol Muhammad Endra berharap dengan bantuan sepatu AFO, dapat membantu mobilitas Fardhan sehari-hari. Dikatakannya, bantuan ini berasal dari dana kebajikan Kopsyah BMI. Endra berpesan agar Lina serius melatih Fardhan belajar berjalan.

Baca juga : Kisah Dina, Anggota Kopsyah BMI Asal Lebak Yang Sukses Menggapai Mimpinya Lewat Jamur Tiram

 “Alhamdulilah, hari ini Kopsyah BMI menyerahkan sepatu AFO untuk Pak. Semoga bantuan ini mampu meringankan beban adinda Fardhan dan bisa membantunya beraktifitas kembali,” terangnya.

Terpisah, Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara menuturkan bahwa BMI terus berkomitmen bersama sama berjuang mewujudkan tujuan ekonomi kerakyatan dalam kondisi apapun. Yakni saling membantu satu sama lain dengan sifat gotong royong dan azas kekeluargaan.

Itulah esensi berkoperasi yang sebenarnya. Sesuai dengan Pesan Bung Hatta, bahwa Koperasi dibangun oleh rasa gotong royong. Salah satu bentuknya bantuan alat bantu untuk anggota yang memiliki keterbatasan fisik.

”Ini ajaran beliau (Bung Hatta), ekonomi gotong royong. Jika ini dipraktekkan, tidak akan ada yang miskin. Hal ini senada dengan Perintah Allah dalam Al Quran Surah Al Hasyr ayat 7 yang intinya bahwa harta jangan hanya beredar di kalangan orang kaya saja,” jelas penulis Buku Best Seller Model BMI Syariah terbitan Kompas Gramedia itu.

Baca juga : Sejarah Berdirinya Kopsyah BMI

Kambara, sapaan akrab Kamaruddin Batubara, menerangkan bahwa Kopsyah BMI tidak hanya berkutat dengan pola simpan pinjam dan pembiayaan saja, berbagai pola pemberdayaan dan kegiatan sosial rutin dilakukan oleh Kopsyah BMI secara konsisten dan berkesinambungan.

”Seperti HRSH gratis. Sebanyak 303 unit rumah HRSH kami bangun ulang dari nol. Pembangunannya berasal dari dana Ziswaf BMI dan dana kebajikan Kopsyah BMI. Inilah yang namanya ekonomi gotong royong,” tandasnya.

(gar/KLIKBMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *