LIPUTAN KHUSUS MILAD BMI : Menteri Teten dan Bupati Zaki Serahkan 4 Rumah Gratis Program HRSH & Resmikan Kantor Cabang 002, Kopsyah BMI Pakuhaji

Nasional

Klikbmi, Tangerang – Memperingati 8 Tahun Milad Koperasi dan 18 Tahun Operasional, Koperasi BMI serahkan 4 hibah rumah siap huni dan resmikan kantor cabang layanan Pakuhaji. Suasana penyerahan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) atau rumah gratis yang merupakan program Koperasi BMI berlangsung khidmat dan wajah-wajah tamu yang hadir tampak sumringah (Rabu,17/3/21). Kegembiraan para tamu yang hadir tidak lepas dari fitroh manusia yang gembira melihat sesamanya bisa tersenyum manis. Empat warga Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang terkabul doanya dengan mendapatkan hibah rumah siap huni yang nyaman dari Koperasi BMI.

Acara yang menghadirkan Teten Masduki, Menkop UKM RI dan A Zaki Iskandar, Bupati Tangerang ini benar-benar menyiratkan bahwa koperasi mampu menjadi tulang punggung bagi kemaslahatan umat jika dikelola dengan baik dan benar. Teten yang didampingi, Deputi Perkoperasian Ahmad Zabadi dan Ari Permana dari LPDB tampak bersemangat pada acara ini. Bertempat di rumah Ibu Marni, Kampung Bojong RT.003 RW.004 Desa Laksana Kecamatan  Pakuhaji Kabupaten Tangerang kegiatan penyerahan hibah rumah siap huni dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menyambut tamu yang hadir, Koperasi BMI tampil dengan kekuatan penuh. Ini adalah bentuk penghargaan Koperasi BMI untuk seluruh tamu istimewa yang hadir. Seluruh pengurus dan jajaran direksi Koperasi BMI Hadir antara lain : Kamaruddin Batubara (Ketua & Presiden Direktur Koperasi BMI), Radius Usman (Wakil Ketua & wakil Presiden Direktur Koperasi BMI), Yayat Hidayatullah (Sekretaris 1 & Direktur Operasional Koperasi BMI), Makhrus (Bendahara & Direktur Keuangan Koperasi BMI) dan Agus Suherman (Sekretaris 2 dan Direktur SDM Koperasi BMI).

Pemotongan Pita Saat Penyerahan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) Oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki didampingi Bupati Tangerang ( A Zaki Iskandar-paling kanan) , Presiden Direktur Koperasi BMI (Kamaruddin Batubara-paling kiri), Deputi Perkoperasian Kemenkop & UKM RI (Ahmad Zabadi-kanan belakang), Dan Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Tangerang (Nurul Hayati-kiri belakang).
(Rabu,17/3/21)

Yukata Peduli Bangsa, Yayasan yang dipimpin Okan Cornelius juga turut membantu memberikan 4 kasur kepada para penerima hibah rumah. Melalui Dion Sihotang, Yukata berharap terus mampu membantu dan secara bisnis bisa melanjutkan hubungan bisnis dengan Koperasi BMI.

Baca juga : Bulan Maret Koperasi BMI Bagikan 10 Rumah Gratis. https://klikbmi.com/bulan-maret-koperasi-bmi-serahkan-10-rumah-gratis-dari-program-hibah-rumah-siap-huni-hrsh/

Menyemangati dan memeriahkan acara tampak pengawas operasional dan pengawas syariah hadir pada acara ini. H Didi Budiharta (Ketua Pengawas Operasional Koperasi BMI) didamping Bagus WD  Wicaksono (Anggota Pengawas Operasional Koperasi BMI). Tidak mau kalah jajaran Pengawas Syariah juga ikut menyambut kedatangan para tamu undangan sekaligus menyaksikan kebahagiaan 4 penerima rumah gratis dari Koperasi BMI. H Hendri Tanjung (Ketua Pengawas Syariah Koperasi BMI) yang didampingi Adam Hasan (Anggota Pengawas Syariah Koperasi BMI) membuka acara dengan doa yang menyentuh. Doa agar program Hibah Rumah Siap Huni ini semakin membumi dan bermanfaat dan doa agar para tamu mendapatkan keberkahan rizki.

Penyerahan rumah gratis dan peresmian Kantor Cabang 002 Kopsyah BMI, Kantor Cabang Pakuhaji berlangsung istimewa. Kamaruddin Batubara yang memberikan sambutan untuk para tamu secara umum menegaskan tentang ideologi Model BMI Syariah yang terdiri dari 5 instrumen dan 5  pilar membangun koperasi dan memberdayakan anggota. Tujuan dari membangun koperasi selain untuk kesejahteraan anggota juga untuk kesejahteraan masyarakat dan harus berimpact pada perekonomian. “Alhamdulillah Pak Menteri dan Pak Bupati hadir, sebenarnya target kami tahun ini 120 rumah yang akan  kami serahkan. Mudah-mudahan tidak ada kendala, jika ekonomi terus membaik insyallah tercapai Pak” ujar pria lulusan IPB ini.

Baca Juga : Koperasi BMI Bagikan 43 Rumah Gratis.https://klikbmi.com/tahun-2020-koperasi-bmi-bagikan-43-rumah-gratis/

“Jadi rumah yang kami berikan hari ini 2 untuk anggota dan 2 untuk non anggota. Kenapa BMI ini rajin memberikan rumah gratis, karena kami ingin menyampaikan pesan tentang peradaban baru koperasi Indonesia. Peradaban baru koperasi Indonesia ini paling tidak ada 5 hal mendasar. Yang pertama, Koperasi itu besar. Ini pesan Bung Hatta, koperasi itu harus besar. Yang kedua, koperasi harus profesional. Ketiga, koperasi harus mandiri, berkarakter dan bermartabat. Yang keempat, koperasi itu pemberdayaan. Yang kelima, koperasi harus peduli sesama. Inilah yang kita praktekkan” papar penulis Buku Model BMI Syariah ini.

“Oleh karena itu kami kembangkan Model BMI Syariah yang merupakan design dari 5 instrumen dan 5 pilar. Instrumen sedekah, inilah sedekah. Lalu kemudian yang kedua adalah pinjaman. Oia Ibu Marni ini masih belum anggota, insyallah sekarang jadi anggota, kita bisa berikan pinjaman Rp 3 juta kembali Rp 3 juta, dalam pola demikian kita punya manajer pemberdayaan anggota yang akan mendampingi usaha anggota. Lalu selanjutnya, instrument ketiga adalah pembiayaan. Lalu selanjutnya kita akan ajak untuk menyimpang, karena menyimpan itu pertama harus dipaksa, dan selanjutnya menjadi kebiasaan. Contoh kita punya cicilan motor Rp 700 ribu setelah motor lunas kita tidak bisa menabung Rp 700 ribu. Pendapatan kecil bisa cukup dan pendapatan besar bisa kurang. Yang kelima adalah investasi. Jadi kita membantu memberdayakan anggota dari diberikan sedekah, kemudian diberikan pinjaman, diberikan pembiayaan lalu bisa menyimpan dan berinvestasi” tuturnya Kamaruddin melanjutkan.

“Dari 5 instrumen model BMI Syariah ini kita insyallah akan dapat mewujudkan ekonomi anggota lebih baik, pendidikan lebih baik, kesehatan harus dijaga dan ditingkatkan minimal tidak BABS (Buang Air Besar Sembarangan). BMI adalah lembaga keuangan pertama yang  memiliki skim air dan sanitasi. Yang keempat sosialnya, angggota harus punya kepedulian sosial yang tinggi dan spiritualnya juga meningkat. Itu yang kita harapkan dari 5 pilar dan 5 instrumen dari Model BMI Syariah” papar Kamaruddin pada para tamu yang hadir.

Upacara Pembukaan Penyerahan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) Koperasi BMI

Kamaruddin menambahkan bahwa anggota masih banyak yang belum punya rumah layak. “Kita juga punya program rumah tanpa dp dan jika terjadi gagal bayar karena musibah bahkan bisa kita sedekahkan. Mimpi saya di Indonesia semua bank jadi koperasi Pak. Dan sepertinya kementrian koperasi akan lebih baik jika digabung menjadi Kementerian Koperasi dan BUMN. Kita juga doakan kementrian ini naik dari kementerian level III menjadi kementerian utama” lanjutnya

“Kita saat ini punya 2 koperasi di sektor keuangan dan koperasi konsumen. Insyallah kita akan bangun pabrik bio etanol, pabrik pupuk hayati, air mineral di kawasan BMI yang sudah kita beli 20 Ha dan kita rencanakan 100 ha. Ada sawah, ada RS gratis, sekolah dari TK sampai Perguruan Tinggi  gratis, bisa insyallah bisa. Ini kata Ketua Pengawas Syariah kita, Pak H Hendri Tanjung, di Pakistan ada lembaga seperti ini dan bayar seikhlasnya. Di Indonesia biasanya kalo kita buat bayar seikhlasnya hasilnya luar biasa. Insyallah kita akan dirikan 2 koperasi lagi. Sebagai produsen kita akan dirikan Koperasi Produsen Benteng Madani Indonesia dan Koperasi Jasa Benteng Madani Indonesia. Pokoknya semua BMI” Kamaruddin melanjutkan sambutannya.

Zaki Apresiasi Hibah Rumah Koperasi BMI

Dalam sambutanya Zaki menyambut gembira dan mengapresiasi kinerja Koperasi BMI dalam membantu membangun rumah bagi warga yang membutuhkan. Ia katakana bahwa Pakuhaji ini merupakan kecamatan yang sedang berkembang. “Terkait dengan kebutuhan rumah di Kabupaten Tangerang, kita saat ini bahkan masih kekurangan 8.000 rumah layak huni. Jadi dari 29 kecamatan ada 8000 rumah lagi yang harus kami perbaiki” Zaki membuka sambutannya.

“ Sekali lagi kami ucapkan banyak terima kasih kepada Koperasi BMI yang selama ini telah membantu kita membangun rumah bagi warga kami yang membutuhkan” ujar Zaki menambahkan.

Tidak lupa Zaki mengingatkan bahwa ukm dan mikro ekonomi adalah tulang punggung ekonomi saat ini. “Jadi kalo yang besar-besar bertumbangan Pak, mudah-mudahan yang kecil-kecil ini bisa berkembang. Pemerintah daerah juga terus berupa melalui bantuan baik dari Dinas Koperasi dan UKM, bantuan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan, bantuan dari Dinas Sosial dan dari Dinas Perumahan dan Pemukiman menjadi bagian dari kehadiran pemerintah terhadap masyarakat” tutur Zaki memberikan paparan.

Menutup sambutannya, Zaki mengucapkan Selamat Milad kepada Koperasi BMI dan selamat kepada penerima hibah rumah. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga 4 M. “ Ayuk terus memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumuman” pungkasnya.  

Teten Sepakat Model BMI Syariah Jadi Role Model

Dalam sambutannya Teten mengatakan bahwa koperasi Indonesia memiliki karakter yang berbeda dengan koperasi di negara maju. “ Koperasi bukan saja besar. Kalo sekedar besar banyak koperasi besar di negara maju, karena ekosistemnya bisa mengimbangi model bisnis di sana. Koperasi di Indonesia harus punya kepedulian sosal. Saya kira yang dilakukan oleh Koperasi BMI sudah menunjukkan karakter koperasi Indonesia yang berbasis pada kepedulian sosial, kebersamaan,  dan gotong royong. Itu saya kira karakter koperasi kita” papar Teten membuka sambutan.

“Saya lihat Koperasi BMI ini bisa menjadi role model bagi koperasiI Indonesia. Dan Koperasi BMI ini memang menjadi satu kebanggaan bagi Kementerian Koperasi Pak Bupati” ujarnya sambil menyapa Zaki dari atas panggung.

Teten memberikan apresiasi terhadap upaya sosial yang dilakukan Koperasi BMI. Ia  sepakat bahwa koperasi seyogyanya tidak hanya melakukan pemberdayaan terhadap ekonomi anggota tetapi juga melakukan berbagai terobosan usaha di sektor produksi, sehingga dapat menjadi koperasi model di Indonesia. Menurutnya, usaha koperasi tidak hanya sekadar besar tetapi juga harus memiliki karakter serta jati diri yang berbeda dengan koperasi di negara lain.


“Koperasi BMI tidak hanya melakukan kegiatan ekonomi, melainkan juga membangun solidaritas sosial dan pemberdayaan masyarakat. Saya kira inilah model koperasi yang ideal untuk dikembangkan di Indonesia,” ujarnya lagi, program yang telah dijalankan  Koperasi BMI dapat menjadi contoh dan direplikasi oleh koperasi syariah lainnya.


Terkait ide bahwa koperasi sebagai rumah bagi segala kebutuhan anggotanya, Teten sepakat dengan ide besar yang dalam istilah lain ia sebut sebagai model sirkuit ekonomi di dalam koperasi. “Kebutuhan akan rumah sakit, beras, bahan material bangunan, dan sebagainya, harusnya mampu disediakan koperasi,” kata Teten.


“Dengan membangun sirkuit ekonomi koperasi multipihak tersebut, dana besar yang dimiliki anggota tidak akan lari kemana-mana. Pasalnya, KSP selama ini lebih dominan membiayai sektor perdagangan. Namun, mayoritas pedagang kita itu juga menjual produk yang dihasilkan usaha besar,” ulasnya.


Menurut Teten, ada banyak sektor ekonomi yang bisa dimasuki bahkan direbut koperasi. Contoh, sektor kelautan dan perikanan, yang saat ini didominasi pelaku UMKM (98%).”Itu potensi besar yang belum digarap koperasi. Ada ikan tangkap, budidaya ikan, rumput laut, dan lainnya. Bahkan, banyak tempat pelelangan ikan sudah dikelola koperasi,” jelas Teten. Di samping itu, Menkop UKM mendorong koperasi untuk masuk ke sektor produk berbasis teknologi, dengan dukungan riset dari BPPT, LIPI, dan perguruan tinggi.

“Pelaku UMKM kita tidak akan menjadi besar jika tidak masuk ke global value chain. Mengapa UMKM di Cina besar-besar, ya karena mereka mampu membuat komponen-komponen industri, hingga elektronik. Apalagi, masih kata Teten, inti dari UU Cipta Kerja adalah mendorong UMKM untuk bisa menjadi bagian dari industri berbasis teknologi tinggi. Dengan demikian, proses ekonomi dari hulu ke hilir bisa dinikmati koperasi ,” ujar Teten.

4 Penerima Hibah Rumah Siap Huni Koperasi BMI

  1. Penerima Hibah Rumah Siap Huni ke 287

Nama                    : Marni (50)

Pekerjaan            : Dagang Makanan Ringan

Nama suami       : Udin (53)

Pekerjaan            : Dagang Abu Gosok

Status                   : Non Anggota

Alamat                 : Kp. Bojong RT.003 RW.004 Desa Laksana Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang

Rumah Ibu Marni, Sebelum Dan Sesudah Dibangun

Ibu Marni Adalah salah satu warga dari Desa Laksana Kampung Bojong, Ibu Marni memliki seorang anak bernama Nurhidayanti. Suaminya sehari berjualan abu gosok untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari, berdagang abu gosok di zaman sekarang ini agak susah paling satu hari dapat Rp. 40.000,00 karena masyarakat sudah jarang yang pakai kompor minyak kebanyakan pakai kompor gas jadi jarang yang butuh abu gosok.

Sebagai seorang istri ibu Marni turut ikut bertanggung jawab terhadap keluarganya oleh karena itu Ia tidak hanya diam berpangku tangan saja mengandalkan penghasilan suaminya,  Ibu Marni ikut membantu mencari nafkah dengan cara membuka warung makanan ringan di depan rumahnya. Meskipun hasilnya tidak seberapa tapi tetap selalu bersyukur, paling besar satu hari dapat Rp.100.000,00 itupun masih belum dipotong modal untuk besok dagang lagi.

Kondisi rumah Ibu Marni Sangat Jauh dari kata layak dan aman, dengan berdindingkan bilik yang sudah usang dan bolong-bolong, tiang penyangga bambu dan kayu yang sudah keropos, berlantaikan tanah bahkan keadaan dapurnya yang sudah miring tinggal menunggu waktu untuk roboh, dan tidak bisa di pungkiri pada saat hujan bocor dimana-mana.

Tidak jarang pada saat hujan deras ditambah angin kencang  keluarga Ibu Marni berlarian keluar rumah untuk berlindung ke rumah saudaranya karena khawatir rumahnya roboh.

Total biaya pembangunan Hibah Rumah Siap Huni sebesar RP. 50.000.000,00 (Infaq dari Ibu Marni Rp 500.000,00, Infaq dari Pengurus Rp. 2.000.000,00 kekurangannya dari Koperasi BMI sebesar Rp 47.500.000,00)

2. Profil Penerima Hibah Rumah Siap Huni ke 288

Nama                    : Paridah  (62)

Suami                    : Padna (75)

Pekerjaan            : Buruh Tani

Status                   : Non Anggota

Alamat                  : Kp. Tanjakan RT. 005 RW.002 Desa Tanjakan Kecamatan Rajeg  Kabupaten Tangerang.

Rumah Ibu Paridah Sebelum Dan Sesudah Dibangun

Ibu Paridah dulu pernah jadi anggota Kopsyah BMI tapi sudah 3 tahun berenti karena sudah tidak ada yang di biayai lagi. Anak yang tinggal bersama beliau bernama Abdul Kodir Jaelani bekerja sebagai buruh pabrik yang upahnya borongan dan tidak menentu.

Bu Paridah sendiri hanya sebagai ibu rumah tangga sesekali dia bantu suaminya di sawah dan suaminya sebagai buruh tani yang biasa di beri upah Rp 50.000,00 per hari itupun bila ada yang menyuruhnya. Keadaan rumahnya yang sudah di tunjang dengan bilik yang sudah di tambal dan juga genteng yang sudah banyak pecah kalau hujan turun bisa bocor, untuk sanitasi pun beliau tidak punya, bila akan buang air besar ke sawah.

Total biaya pembangunan Hibah Rumah Siap Huni sebesar Rp 50.000.000,00 (Infaq dari keluarga  sebesar Rp 750.000,00 infak dari Kepala Desa Tanjakan 500.000,00 kekurangannya dari Koperasi BMI sebesar Rp 48.750.000,00)

3. Profil Penerima Hibah Rumah Siap Huni ke 289

Nama                    : Maspiah  (53)

Pekerjaan            : Dagang sayur keliling

Suami                    : Wawan ( 56 )

Pekerjaan            : Buruh tani

Status                   : Anggota Pembiayaan

Pembiayaan       : Rp.4.000.000,00

Total Simpanan : Rp. 1.869.500,00

Lama                     : 14 tahun (keanggotaan)

Alamat                  : Kp. Batu Nunggul RT. 004 RW.009 Desa Sukatani Kecamatan Rajeg  Kabupaten Tangerang.

Rumah Ibu Maspiah Sebelum Dan Sesudah Dibangun

Ibu Maspiah sehari- hari berjualan sayuran keliling, sayur yang dijual sebagian dari hasil tanaman suaminya di kebun dekat rumahnya. Di rumah Ibu Maspiah tinggal sebanyak 7 orang terdiri dari  Bu Maspiah, suami dan 4 anak serta 1 cucu, Zaenal mutaqin anak Bu Maspiah yang membantu perekonomian keluarga dengan bekerja sebagai buruh di pabrik galon dengan upah mingguan, sementara 2 anaknya yakni Fitri dan Julian masih duduk di bangku sekolah di tambah cucu yang bersekolah di kelas 5 SD, Mila yang kondisinya sudah berpisah dengan suaminya juga masih tinggal bersama di rumah Ibu Maspiah .

Kondisi rumah abu Maspiah yang sudah tidak layak dengan bilik yang di tempel plastik juga genteng yang sudah tidak bisa di tahan dengan bambu karena kondisi bambu sudah lapuk. Total biaya pembangunan Hibah Rumah Siap Huni sebesar Rp. 50.000.000,00 (Infaq dari keluarga Rp. 1.000.000,00 kekurangannya dari Koperasi BMI sebesar Rp. 49.000.000,00)

4. Profil Penerima Hibah Rumah Siap Huni ke 290

Nama                    : Kadmi (56) Janda

Usaha                    : Warung Makanan

Status                   : Anggota Penyimpan

Total Simpanan : Rp. 3.378.000,00

Lama                     : 7 Tahun 10 bulan (Keanggotaan)

Alamat                  : Kp. Pagedangan Udik RT.002 RW.001 Desa Pagedangan Udik Kecamatan Kronjo  Kabupaten Tangerang.

Rumah Ibu Kadmi Sebelum Dan Sesudah Dibangun

Ibu Kadmi adalah Anggota Koperasi BMI dengan keanggotaan sebagai penyimpan saja, karena beberapa waktu lalu suami Bu Kadmi meninggal dunia kemudian pinjamannya diputihkan oleh koperasi BMI, masuk menjadi anggota BMI sejak 24 Mei 2013 dan beliau merupakan seorang Janda  yang tinggal bersama 3 anak 1 menantu dan 1 cucu.

Sehari-hari Bu Kadmi dagang kecil-kecilan di warung miliknya  penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah si bungsu, anak-anak Bu Kadmi yang lain pun masih saling membantu untuk biaya hidup sehari-hari Bu Kadmi.

Kondisi rumahnya sangat memperihatinkan, Ibu Kadmi  dan anaknya  tinggal di rumah dengan bilik yang sudah tempelan karena penuh lubang serta tiang yang ditunjang oleh batang kayu dan atap rumah dari genteng yang sudah renggang yang setiap hujan selalu bocor.

Total biaya pembangunan Hibah Rumah Siap Huni sebesar Rp. 50.000.000,00  yang terdiri dari Infaq keluarga sebesar Rp 3.000.000,00, Infaq dari Desa Rp 2.000.000,00 dan kekurangannya dari Koperasi BMI sebesar Rp. 45.000.000,00. (Sularto/Klikbmi).

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.