Alhamdulilah, Serahkan Rumah Gratis Ke-360 Total HRSH di Kronjo Jadi 7 Unit

BMI Corner

Camat Kronjo : BMI Tetap Konsisten Memberikan Kontribusi Positif Bagi Ekonomi Warga Kami

Klikbmi.com, Tangerang – Nada bicara Camat Kronjo Satibi mengebu-gebu saat mengajak hampir 50 tamu undangan yang hadir menjadi anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI). Hari itu, Satibi didapuk memberikan sambutan dalam penyerahan hibah rumah siap huni (HRSH) Kopsyah BMI ke 360 untuk Marwiyah, salah satu warganya. Sekali-kali, matanya menatap bangunan megah yang berada di belakangnya. Kagum.

”Alhamdulilah di Bulan Ramadhan ini, BMI terus melakukan kegiatan sosialnya. Inilah bukti kalau jadi anggota Koperasi BMI, hidupnya akan lebih sejahtera. Karena dengan ikut menjadi anggota BMI, sudah bisa membantu banyak orang. Bukan hanya anggota saja, tapi juga dhuafa, bukan begitu Pak Direktur?,” ujar Satibi yang langsung diiyakan oleh Direktur Keuangan Kopsyah BMI Makhrus yang hadir dalam acara penyerahan HRSH di Kampung Kebon, RT 001/002, Desa Pagenjahan, Kronjo, Kabupaten Tangerang, Selasa 26 April 2022.

BACA JUGA : Nggak Nanggung-Nanggung, Kopsyah BMI Serahkan Rumah Gratis Ke 359 Untuk Warga Nanggung

”Jadi ibu-ibu yang belum menjadi anggota, segera daftar sama Ibu Dwi (Manajer Cabang Mekarbaru). Jangan hanya tahu minjam saja, tapi juga ikut menabung. Koperasi BMI sudah banyak memberikan rumah gratis sewaktu saya masih tugas di Pakuhaji. Di Kronjo, saya ketemu lagi dengan Kopsyah BMI. Baik di Pakuhaji dan Kronjo, BMI tetap konsisten memberikan kontribusi positif bagi warga sekitar,” tambah Satibi.

Camat Kronjo Satibi memberikan sambutan dalam penyerahan HRSH ke 360 untuk Marwiyah, anggota Kopsyah BMI RP Sugriwa, Desa Pagenjahan, Kronjo, Kabupaten Tangerang, Selasa 26 April 2022.

Pernyataan Satibi mendapat tepuk tangan dari tamu undangan yang hadir. Termasuk Kasi Promosi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tangerang Jamasari, Sekdes Pagenjahan, Babinsa dan Binamas yang ikut menyaksikan kebahagiaan Marwiyah. Rumah Marwiyah merupakan unit HRSH yang ke 7 yang dibangun oleh Kopsyah BMI di Kecamatan Kronjo.

Marwiyah merupakan janda berusia 52 tahun. Ia adalah anggota Kopsyah BMI Rembug Pusat Sugriwa. Kesehariannya adalah buruh tani dengan penghasilan Rp30 ribu perhari. Suaminya Karim meninggal dunia sekitar tiga tahun lalu akibat DBD.

Kondisi rumah Ibu Marwiyah sebelum dibangun.
Ibu Marwiyah berfoto di depan rumahnya setelah dibangun ulang oleh Kopsyah BMI.

Ibu Marwiyah tinggal bersama putri bungsunya yang baru lulus SMA. Keduanya tinggal di rumah yang jauh dari kata layak. Dua tahun silam, angin kencang merobohkan rumahnya dahulu. Dari puing-puing, mereka membangun kembali rumah tersebut.

Sayang, kondisinya masih jauh dari harapan. Kendati demikian, Marwiyah bukanlah sosok yang mudah berpangku dagu. Ia tetap berusaha dengan beternak bebek peninggalan suaminya. Di Kopsyah BMI, Marwiyah mendapatkan pembiayaan kelima sebesar Rp9 juta.

Kepada Redaksli KlikBMI, Ketua Rembug Pusat Sugriwa Eroh mengatakan, kondisi rumah Marwiyah mereka laporkan kepada Manajer Cabang Mekarbaru Dwi Fajaryanti. Pada Maret 2022, pembangunan HRSH untuk Ibu Marwiyah disetujui Ketua Pengurus Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara. ”Alhamdulillah, terima kasih Koperasi BMI yang membangun rumah Ibu Marwiyah, inilah mengapa kumpulan kami bangga sama koperasinya,” ujar Eroh.

BACA JUGA : 10 Fakta Aksi Bagi Rumah Gratis Koperasi BMI Di Bogor, Nomor 10 Selalu Diingat

Dalam sambutannya, Direktur Keuangan Kopsyah BMI Makhrus mengatakan, ”Pembangunan rumah gratis untuk Ibu Marwiyah berasal dari dana kebajikan Kopsyah BMI. Pembangunan berjalan selama sebulan. Hasilnya bapak ibu bisa lihat, sampai keramiknya saja kalau kucing lewat bisa kepeleset,” ujar Makhrus yang disambut derai tawa para tamu undangan.

Direktur Keuangan Kopsyah BMI Makhrus mengajak anggota BMI yang hadir untuk terus amanah dan giat berusaha dalam acara penyerahan HRSH ke 360 untuk Marwiyah, anggota Kopsyah BMI RP Sugriwa, Desa Pagenjahan, Kronjo, Kabupaten Tangerang, Selasa 26 April 2022.

Makhrus menjelaskan, atap rumah HRSH untuk Marwiyah sudah diganti dengan asbes. Tak ada lagi, kayu atau bambu sebagai penunjang atap, semuanya digantikan dengan kerangka baja ringan. Bilik rumahnya pun sudah diganti dengan full hebel, lantai keramik dan kusen kayu. Adapun biaya pembangunan rumah ini sebesar Rp 55 juta dengan rincian Infaq dari keluarga Rp 1 juta dan Kopsyah BMI sebesar Rp54 juta.

”HRSH merupakan wujud ekonomi gotong royong yang telah dibuktikan oleh anggota Kopsyah BMI. Alhamdulillah, selama pandemi, Kopsyah BMI masih istiqamah melakukan kegiatan-kegiatan sosialnya. Karena ini perintah Allah SWT di Al-qur’an pada surat Al-Maidah ayat 2, yang artinya: “Tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah kalian tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran,” papar Makhrus

Acara HRSH dihadiri oleh Manajer Pemberdayaan Anggota M Suproni, Manajer Pendanaan Kopsyah BMI Yanita Nurmala, Manajer Area 01 Khotimah, Manajer Cabang Mekarbaru Dwi Fajaryanti dan Mitro Konstruksi Kopjas BMI Khusnul Muhajirin.

Penyerahan Kunci simbolis HRSH Kopsyah BMI ke 360 untuk Ibu Marwiyah.

Makhrus menjelaskan, Kopsyah BMI bersama sama berjuang mewujudkan tujuan ekonomi kerakyatan dengan kemudahan akses pembiayaan. Di Desa Pagenjahan, Kopsyah BMI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp10 miliar dengan jumlah tabungan mencapai Rp600,4 juta.

Lantas bagaimana, Kopsyah BMI terus mendorong ekonomi warga Desa Pagenjahan untuk maju. Makhrus mengatakan cara yang pertama dilakukan BMI adalah memberikan pendampingan serta manajamen keuangan. Itulah esensi berkoperasi yang sebenarnya, dan bukan mementingkan profit semata.

BACA JUGA : Yuk Gabung Jadi Anggota Kopsyah BMI, Ini Syaratnya!

”Koperasi yang kita lakukan bukan melulu soal simpan pinjam saja. Kalau bicara simpan pinjam saja malu Pak Roni pakai pakaian seperti itu (batik rapi-red). Karena BMI memberikan pendampingan, dan BMI juga memberikan edukasi sebelum membuat rembug yakni jangan memaksa melakukan pembiayaan.

Makhrus mengibaratkan bahwa pembiayaan bisa menjadi bumerang jika tak sesuai dengan kemampuan. Tak ubahnya seperti obat sakit kepala. Jika satu pil bisa menyembuhkan, namun jika diminum lima pil sekaligus, bisa hilang nyawa.

”Jadi pembiayaan itu akan menjadi racun jika tidak tepat pada sasaran. Maka BMI memberikan pendidikan perkoperasian dan manajaemen keuangan sebelum ibu-ibu menjadi anggota. Kita itu bukan ingin mau jadi kaya, melainkan koperasi ini memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada anggota,” terangnya.

Kini, tidur Marwiyah tidak lagi dihantui trauma. Trauma akan musibah angin kencang akhrinya sirna dengan rumah gratis dari Kopsyah BMI. Kepada KlikBMI, Marwiyah semakin semangat untuk berusaha mengembangkan ternak bebek peninggalan suaminya. ”Terima kasih Kopsyah BMI, mudah-mudahan saya juga bisa bantu orang-orang yang kekurangan sebagai anggota BMI,” tandasnya.

(Togar Harahap/Klik BMI)  

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.