BMI Tutup Akhir Tahun Lewat Penyerahan HRSH ke 283 di Sajira

BMI Corner

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan : Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. (QS Ibrahim : 7)

Koperasi Benteng Mikro Indonesia (BMI) menutup tahun 2020 dengan menyerahkan hibah rumah siap huni  (HRSH) ke 283 kepada Sumiyati, Anggota BMI yang juga Warga Kampung Sawah, Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, Rab u (30/12). Selain menyerahkan HRSH gratis, BMI juga memberikan bantuan kursi roda kepada Sumiyati.

REDAKSI KLIKBMI-Sajira

Senandung qasidah berjudul “Bismillah” oleh para ibu-ibu Kampung Sawah mengiringi rombongan Presiden Direktur Koperasi Benteng Mikro Indonesia (BMI) Kamaruddin Batubara  menuju lokasi penyerahan HRSH.

Menurut Manajer Cabang Sajira Kopsyah BMI Superi, acara qasidah ini digagas secara inisiatif oleh para ibu-ibu Anggota Kopsyah BMI Kampung Sawah. Tidak hanya untuk menyambut kedatangan Presdir, tapi juga sebagai tanda rasa syukur bahwa sebagai anggota BMI, mereka pun bisa membantu kesulitan sesama anggota yakni Ibu Sumiyati.

Rasa saling tolong menolong Warga Kampung Sawah tidak hanya terlihat pada perayaan saja. Dalam proses pembangunan HRSH milik Sumiyati, warga dan kerabat juga ikut bergotong royong membantu pembangunan rumah tersebut. Lokasi Kampung Sawah cukup sulit dijangkau, akses satu-satunya ke lokasi adalah jembatan gantung.

BMI Serahkan 43 HRSH di Tahun 2020, Selengkapnya silahkan baca di : Tahun 2020, Koperasi BMI Bagikan 43 Rumah Gratis

Tak ayal, material untuk pembangunan rumah harus dibawa satu persatu oleh Warga melewati jembatan gantung bercat biru itu. Gotong royong terus dilakukan dari awal hingga rumah selesai. Sebuah fenomena yang kini jarang dilihat di perkotaan. Alhamdulillah, berkat bantuan warga sekitar, pembangunan HRSH bisa dipercepat. Jalannya pekerjaan itu juga dikawal langsung oleh Kepala Desa Sindangsari, Busyro.

MENUJU LOKASI: Presiden Koperasi BMI Kamaruddin Batubara bersama rombongan Muspida Kecamatan Sajira menuju rumah Sumiyati di Kampungsawah, Desa Sindangsari, Sajira, Lebak, Rabu (30/12).

Antusiasme warga juga terlihat selama acara penyerahan HRSH. Meski hujan rintik, tenda acara dijubeli oleh puluhan warga dan anggota Kopsyah BMI, hingga pedagang mainan anak. Kendati demikian, para panitia sangat sigap melaksanakan protokol kesehatan. Para warga yang hadir diberikan masker, tangan para tamu juga ikut dibaluri hand sanitizer hingga  jarak tempat duduk ikut diatur sedemikian rupa.

Program BMI Tahun 2021, Selengkapnya baca di : BMI Terus Menabur Harapan Di Tahun 2021

”Nah begini baru tokcer (protokol kesehatan). Saya sangat salut dengan jalannya acara HRSH Kopsyah BMI. Semua dilakukan sesuai prokes,” ujar Camat Sajira, H Rahmat yang ikut hadir dalam acara tersebut. Selain Camat Sajira, acara juga dihadiri Kapolsek Sajira Iptu Waluyo, Danramil Sajira Kapten Inf Narkillah, Kabid Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Rully Sanditua, dan Kades Sindangsari Busyro. Sementara dari internal BMI, yakni Direktur Sumber Daya Manusia Agus Suherman, Manajer Ziswaf Kopsyah BMI Casmita dan Manajer Area 10 Asep Hendra.

Dalam sambutannya, Presdir Koperasi BMI Kamaruddin Batubara mengatakan, penyerahan HRSH Milik Sumiyati menjadi istimewa karena menjadi penutup di tahun 2020. Diketahui selama tahun ini, sudah ada 43 HRSH yang dibangun BMI, Baik di Provinsi Banten dan juga Kabupaten Bogor. Ini merupakan rumah ke tiga yang dibangun BMI di Sajira, dan kedua di Desa Sindang sari.

Di tengah Keterbatasannya, Ati Mendapat HRSH dari BMI, Selengkapnya baca di: Di Situ Gadung, Kiprah BMI Terus Melambung

”Saya percaya ibu-ibu di sini tidak akan iri melihat ini, karena kalau Kata proklamator kita, Bung Hatta yang juga Bapak Koperasi kita, koperasi tidak hanya bertumpu pada pembiayaan semata, tapi juga semangat saling bantu membantu di antara anggotanya. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” katanya.

”Jadi rumah ini dibangun dari infaq anggota yang hanya Rp1000 per minggu. Ini hasil dari gotong royong kita semua dalam membantu saudara kita yang sangat membutuhkan bantuan dan rasa bersyukur itu kita tunjukkan dengan pembangunan HRSH. Seperti yang tertuang dalam Surah Ibrahim ayat 7, selama kita bersyukur Niscaya Allah SWT akan melipatgandakan rezeki kita. Buktinya selama pandemi, BMI telah membangun 43 HRSH gratis, ” ujar pria Kelahiran Mandailing Natal, 45 tahun silam itu.

BANGGA BERKOPERASI: Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara memberikan sambutan pentingnya berkoperasi untuk kesejahteraan bersama di sela penyerahan HRSH ke 283 di Sajira, Rabu (30/12).

Koperasi menurut Kamaruddin Batubara adalah warisan leluhur, yakni sang Founding Fathers Muhammad Hatta. Dikatakannya, anggota KoperasiBMI  harus senang melihat orang lain mendapat kebahagiaan. Sesuai dengan Pesan Bung Hatta, bahwa Koperasi dibangun oleh rasa gotong royong.

” Ini ajaran beliau, ekonomi gotong royong. Jika ini dipraktekkan, tidak akan ada yang miskin. Hal ini senada dengan Perintah Allah dalam Al Quran Surah Al Hasyr ayat 7 yang intinya bahwa harta jangan hanya beredar di kalangan orang kaya saja,” jelas alumni Magister Ekonomi Syariah Universitas Ibn Khaldun, Bogor tersebut.

Militansi Anggota BMI Jangan Diragukan Lagi, Selengkapnya baca di: Kamaruddin Batubara : “Koperasi Tidak Boleh Miskin, Harus Kaya”

”Tabungan (Bu Sumiyati) hanya Rp 514.200 pak, tapi saya yakin, Ibu Sumiyati selalu berdoa bisa mendapat rumah yang baru. Dan rasa saling tolong menolong itu kita wujudkan sesuai dalil Koperasi di Surah Al Maidah ayat 2. Saya lebih berbangga lagi karena dalam pembangunan HRSH milik Ibu Sumiyati ini, Pak Kades dan warga ikut membantu,” tambahnya.

HATUR NUHUN BMI: Di atas kursi rodanya, anggota Kopsyah BMI Sumiyati menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan HRSH.

Diketahui, total biaya pembangunan HRSH milik Ibu Sumiyati sebesar Rp 50 juta. Dari jumlah itu, Infaq dari Kepala Desa dan warga sebesar Rp 2 juta sementara kekurangannya berasal dari Koperasi BMI sebesar Rp 48 juta.

Di akhir sambutannya, Presdir Koperasi BMI juga mengajak para tamu yang belum menjadi anggota untuk menjadi anggota Kopsyah BMI.  ”HRSH menjadi bukti pembeda antara BMI dengan koperasi lainnya. Dengan itu saya mengajak siapapun yang hadir di sini yang belum menjadi anggota untuk menjadi anggota. Dan bapak-ibu bisa melihat sendiri, inilah bentuk dari manfaat menjadi anggota (HRSH) Kopsyah BMI,”  ajaknya.

Dalam Sehari, BMI Serahkan 4 Unit HRSH Sekaligus, Selengkapnya baca di : Warga Kresek, Sukamulya Dan Gunung Kaler Mengharu Biru Bersama Koperasi BMI Di Hari Rabu Yang Menggebu

Sementara, Kepala Desa Sindangsari Busyro  mengucapkan terima kasih kepada Kopsyah BMI untuk keduakalinya membantu warganya .” Ini rumah yang kedua yang dihibahkan kepada warga kami, Sindangsari. Dengan kontribusi dari Kopsyah BMI seperti ini jelas sekali, bahwa BMI menegakan bagaimana berkoperasi syariah yang baik dan benar. Tidak hanya mengangkat ekonomi anggotanya, tapi juga memberikan pendidikan muamalah bagi anggota dan masyarakat Sindangsari,” paparnya.

Busyro mengaku ke-istiqomah-an Kopsyah BMI menjalankan program ekonomi syariah, memberikan ide baginya untuk membuat program Sindangsari Berhijab. Program itu dilakukan dengan memberikan hijab gratis kepada warga. Dengan menjadi anggota Kopsyah BMI menurut Busyro, maka anggota akan menikmati pelayanan terbaik dari Kopsyah BMI.

” Dari koperasi BMI saya banyak belajar. Tidak hanya bagaimana berkoperasi, tetapi juga meningkatkan pemahaman saya bagaimana bermuamalah yang baik dan benar, ” tandasnya.

JOSS: Camat Sajira Rahmat didapuk untuk membuka rumah HRSH ke 283 Kopsyah BMI.

Diketahi Ibu Sumyati adalah Anggota Koperasi BMI dengan keanggotaan sebagai penyimpan saja.  Sumiyati telah menjadi anggota BMI sejak 19 Juni 2019. merupakan seorang ibu rumah tangga yang tinggal bersama suami dan memiliki seorang anak laki–laki yang sudah menikah dan sudah tinggal di rumah mertua nya.

Kondisi Ibu Sumyati yang memiliki sakit kaki yang tidak memungkinkan untuk berjalan normal. Keadaan ini sudah sejak lama dirasakan dan dapat berjalan di bantu menggunakan tongkat dalam kesehariannya. Sementara itu usaha suaminya adalah buruh tani dengan penghasilan setiap hari nya hanya Rp20 ribu.

Kondisi rumahnya sangat memperihatinkan, Ibu Sumyati dan suami tinggal di rumah panggung yang sudah miring ditunjang oleh batang kayu dan atap rumah dari genteng yang sudah renggang setiap hujan selalu bocor, dan tiang penyangga yang sudah rapuh hingga akhirnya mendapat bantuan Kopsyah BMI. bangunan nya kokoh dan sangat bagus, benar-benar rumah yang sangat siap dihuni, kini Ibu Sumyati serta suami bisa tinggal tenang tanpa khawatir bocor dan roboh.

”Alhamdulillah, terima kasih BMI, semoga BMI tambah jaya dan bisa bantu banyak orang,” tutup Sumiyati di akhir acara. (gar/KLIKBMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.