Kawal Ambulans BMI Membelah Kemacetan

BMI Corner Info ZISWAF

Relawan Ambulans Masyarakat Tangerang (RAMT)

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَابِ الدُّنْياَ نَفْسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَابِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ اْلعَبْدُ فِى عَوْنِ اَخِيهِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ

“Barang siapa melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. Barang siapa meringankan penderitaan seseorang, Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat. (HR. Muslim).

Raungan sirene ambulans Koperasi BMI di jalan kerap dianggap datar oleh pengguna jalan. Biasa saja. Bukan hal darurat. Namun, bagi sekelompok pemuda yang tergabung di komunitas Relawan Ambulans Masyarakat Tangerang (RAMT) ini bereaksi sebaliknya. Mereka sigap membantu mengawal ambulans BMI dar rumah anggota hingga rumah sakit tujuan.

Redaksi KLIKBMI- Tangerang

Lima motor tiba-tiba berbelok dan berhenti di depan Kantor Kopsyah BMI Cabang Pakuhaji, Tangerang, Sabtu (10/4) lalu. Tepat di depan kantor, seorang satpam terkaget. Bukan berniat jahat dan bukan juga geng motor.

Mereka hanya ingin menanyakan bahwa ada pasien dari Desa Kohod yang akan diantar ambulans BMI menuju Rumah Pengobatan Patah Tulang Timbang Rasa, Tegal Alur, Jakarta Barat. Setelah diberitahu lokasi, mereka pun meluncur mengawal ambulans ke lokasi.

Mereka adalah sekumpulan pemuda yang menamakan diri sebagai Relawan Ambulans Masyarakat Tangerang (RAMT). Rendahnya kesadaran pengguna jalan terhadap bunyi sirene ambulans menjadi dasar dibentuknya komunitas tersebut di Tangerang. Termasuk ambulans BMI yang setiap hari menghadapi kemacetan Jakarta saat mengantarkan pasien.

Jalan yang padat terkadang membuat laju ambulans BMI terhambat. Padahal, sering kali di dalam ambulan tersebut terdapat pasien yang harus segera mendapatkan penanganan. Dan ternyata masih ada saja yang seakan tidak peduli dengan hal itu.

”Terkadang masih ada yang enggan menepi, padahal jelas-jelas terdengar bunyi sirene,” ujar Rutinno, pendiri RAMT saat ditemui KLIKBMI dalam acara buka bersama BMI di Kafe Kopi Rindoe Benteng (KRB) di Gerai Tangerang Gemilang (GTG), Cikupa, Jumat (16/4) lalu.

Ayo ikut berbagi bersama program BMI di Bulan Ramadhan, selengkapnya baca di : BMI Sambut Ramadhan Dengan Paket Wakaf Al Quran Dan Takjil

Hal itulah yang mendorong Rutinno beserta rekan lainnya mendirikan RAMT pada Juli 2020. Kini delapan anggota tercatat dalam komunitas relawan tersebut. Meski baru seumur jagung. Komunitas itu telah berulang-ulang melakukan pengawalan ambulans BMI dari Tangerang-Bogor menuju Jakarta. Mereka biasanya melakukan pengawalan dengan perjanjian terlebih dahulu lewat whatsapp.

GOTONG ROYONG : Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara (tengah), Manajer ZISWAF Kopsyah BMI Casmita (tiga dari kiri) berfoto bersama komunitas RAMT usai buka bersama di GTG Cikupa, Jumat (16/4).

”Kami janjian ketemuan di mana, dari situ kami kawal sampai rumah sakit tujuan. Biasanya kami langsung kawal dari rumahnya hingga ke rumah sakit,” imbuh lajang berdarah Jambi tersebut.

Rutinno menceritakan teknis pengawalan yang dilakukannya. Dia sadar betul bahwa komunitasnya bukanlah tim pengawal professional. Namun dirinya mengaku sudah jatuh hati dengan kegiatan ambulans BMI yang setiap hari membantu warga dhuafa.

Dengan begitu, mereka akan selalu membantu jika ada terdesak di Jakarta, mereka juga meminta bantuan grup driver untuk mengawal ambulans BMI. ”Kami ada grup driver (ojek online, Red), isinya ada dari beberapa wilayah di Tangsel dan Jakarta,” terang Rutino saat berbincang bersama Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara dan Manajer Ziswaf Kopsyah BMI Casmita.

Hadiah lebaran untuk Kusnah dari BMI, selengkapnya baca di : HRSH BMI Jadi Kado Lebaran Termanis Untuk Kusnah

Selama pengawalan, mereka akan berada di depan dan belakang ambulans BMI. Bagian depan bertugas membelah kemacetan. Bagian belakang mencegah kendaraan tidak berkepentingan mengikuti ambulan.

Dalam menjalankan tugas sukarelanya itu, mereka menggunakan peluit dan teriakan. Mereka berusaha meminta pengendara di depannya untuk memberikan jalan. Berbagai perlakuan pun pernah diterima para anggota komunitas.

LANGSUNG DARI RUMAH : Aksi RAMT (berjaket hitam dan hijau) mengantarkan pasien yang juga anggota BMI di Kecamatan Kemang Bogor, menuju mobil ambulan BMI ke rumah sakit, awal April lalu.

Seperti penuturan Koordinator RAMT Rendi Fadhillah. Ia pernah dipepet kendaraan lain hingga hampir terjatuh saat mengawal ambulan BMI di Sepatan ke RSUD Kabupaten Tangerang. Pernah pula diberhentikan petugas. ”Kami dimarahi. Tapi, langsung kami jelaskan bahwa sedang mengawal ambulans BMI,” jelasnya.

Kepedulian yang mereka berikan tak hanya mengawal dalam perjalanan. Mereka juga turut memastikan pasien sampai dengan selamat di rumah sakit. Para anggota ikut membantu menurunkan pasien dari ambulans menuju instalasi gawat darurat (IGD). ”Agak waswas, tapi yakin aja ini kerja kemanusiaan,” ungkap Rendi.

Santunan Dhuafa BMI Terus Bertambah, selengkapnya baca di : Terus Bertambah, BMI Salurkan 115 Santunan Dhuafa Setiap Bulan

Meski begitu, hasrat untuk menolong seketika menghilangkan rasa khawatir. Mereka tidak ingin ada kejadian pasien meninggal di ambulans akibat terjebak macet. Melalui aksi tersebut, pihaknya juga mengimbau pengguna jalan untuk memberikan prioritas pada mobil ambulans. ”Kalau dengar bunyi sirene minimal minggir dulu, kasih jalan,” tutur Rendi.

SAMPAI MALAM : RAMT ikut membantu pengawalan ambulan BMI pada malam hari seperti di RSUD Kabupaten Tangerang, Maret lalu.

Sementara, Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara mengaku kagum atas apa yang telah dilakukan RAMT membantu kelancaran perjalanan ambulans. Ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada RAMT yang telah membantu ambulans BMI sampai cepat di rumah sakit. Dikatakannya, RAMT dikenal tanggap dan peduli terhadap perjalanan mobil ambulans ketika dalam keadaan darurat.

”Semoga Allah SWT membalas kebaikan para pengawal mobil ambulans BMI. Apa yang dilakukan RAMT sangat mulia. Pekerjaan mengawal ambulans bukanlah hal yang mudah, melawan rasa takut agar bisa membantu banyak orang. Lewat RAMT, kita berharap pengguna jalan semakin sadar dalam berlalu lintas agar mendahulukan ambulans di jalanan,” terangnya.  

Diketahui, BMI telah memiliki tujuh ambulans gratis untuk pelayanan anggota dan masyarakat dhuafa. menjelaskan ambulan gratis berasal dari Ziswaf BMI akan memberikan pelayanan pengantaran pasien dari rumah sakit ke rumah atau sebaliknya. Tak lupa ia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada RAMT atas dukungannya selama ini.

Yuk, kenal lebih dekat dengan fitur baru Topup Doit BMI, selengkapnya baca di sini: BMI Mobile Siapkan Fitur Baru Untuk Kemudahan Anggota Bertransaksi

”Bensin dan sopir, BMI yang tanggung. Kita bergotong royong membantu saudara kita yang terkena musibah dan mengalami kesulitan. Insha Allah, ZISWAF yang disalurkan lewat Kopsyah BMI akan menyentuh langsung kepentingan dan kebutuhan anggota dan masyarakat yang membutuhkan,” terangnya di depan para anggota RAMT.

Semakin meningkatnya layanan Koperasi BMI, penulis Best Seller Model BMI Syariah itu memandang Koperasi BMI menambah armada layanan ambulan gratis sebagai akses kesehatan yang memadai bagi anggota. Penambahan armada ambulans gratis membuat Kopsyah BMI selalu berusaha  dan membantu meringankan beban anggota dan masyarakat yang mengalami kesulitan dan musibah.

(gar/KLIKBMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.