Warga Ciseeng Bogor Penderita Lumpuh Otak Terima Bantuan Kursi Roda Gratis Dari BMI

BMI Corner
Kopsyah BMI Juga Berikan Bantuan Pengobatan Rp1,5 Juta

اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا.

“Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya seperti satu bangunan yang tersusun rapi, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain.” (HR Bukhari)

Klikbmi, Tangerang – Koperasi BMI menyerahkan bantuan kursi roda kepada warga penderita Lumpuh Otak (Celebral Palsy) asal Kampung Cileley, Desa Cibentang, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Kamis 25 November 2021 sore. Penerimanya adalah Ela (13 tahun), gadis cilik yang sudah mengidap Celebral Palsy sejak balita.

Ela merupakan anak ke empat Fatimah, anggota BMI pelayanan Ciseeng. Selain menyerahkan kursi roda, BMI juga menyerahkan bantuan pengobatan Rp 1,5 juta kepada putri ke lima, Sri Rahayu (2 tahun) yang gejalanya seperti Ela. Diketahui, Fatimah memiliki lima anak. Anak pertama dan kedua sudah meninggal dunia. Dari tiga anak Fatimah kini, hanya satu yang menjalani hidup dengan normal.

Penyerahan bantuan kursi roda dan santunan pengobatan oleh Manajer Kopsyah BMI Cabang Ciseeng M Saeful disaksikan langsung oleh Sekretaris Desa Cibentang Endang beserta staf dan Ketua RT setempat. Ela yang masih berada di kamarnya langsung dibopong ibunya ke kursi roda tersebut.  

BMI Serahkan Dua Unit HRSH Sekaligus di Kabupaten Bogor, Selengkapnya Baca di : Bogor Pancakarsa, Koperasi BMI Luar Biasa!

”Alhamdulillah, terima kasih kepada Kopsyah BMI yang sudah membantu pengobatan dua anak saya. Anak saya Ela sekarang bisa dibawa kemana-mana pakai kursi roda dan anak saya yang bungsu bisa dibawa berobat, Terima kasih banyak BMI,” ujarnya saat penyerahan santunan.  

Keterbatasan ekonomi membuat Fatimah tak bisa berbuat banyak untuk pengobatan buah hatinya. Suaminya hanyalah seorang buruh pabrik.  sementara Fatimah memiliki usaha warung kecil yang hanya menjual snack ala kadarnya. Kendati demikian, mereka tetap tabah menghadapi ujian. Setiap hari, Ela dan suami bergantian menjaga keduanya.

Manajer Kopsyah BMI Cabang Ciseeng M Saeful mengatakan, kondisi dua putri Fatimah berawal dari laporan anggota rembug pusat di Kampung Cileley. Celebral Palsy membuat perkembangan otak Ela tidak normal, walaupun Ela sudah berusia 13 tahun, namun Ela masih kesulitan untuk bisa bergerak, apalagi bicara.

Baca Juga : Josss! Perdana Di Kota Bogor, BMI Bangun Dua Rumah Gratis Sekaligus

Berbeda dengan bocah seusianya, Ela hanya bisa mendekam saja dalam rumahnya. Kelainan ini pun mempengaruhi struktur tulang belakang Ela sehingga tidak bisa berjalan dan pergelangan tangan kirinya selalu menekuk. Saeful menjelaskan bantuan kursi roda dan pengobatan berasal Zakat, Infaq, Sadaqah dan Wakaf (ZISWAF) Kopsyah BMI.

”Alhamdulillah, berkat dukungan yang besar dari pengurus dan pengawas Kopsyah BMI, pengajuan bantuan kursi roda dan bantuan kesehatan kepada kedua putri Ibu Fatimah akhirnya disetujui. Kita mendoakan kedua putri Ibu Fatimah selalu diberikan kesehatan,” ujarnya.  

Manajer Kopsyah BMI Cabang Ciseeng M Saeful berbincang bersama Sekdes Cibentang usai penyerahan kursi roda gratis BMI kepada Ela, putri anggota BMI penderita lumpuh otak, Kamis 25 November 2021.

Sementara, Sekdes Cibentang Endang menyampaikan terima kasih atas perhatian BMI kepada warga sekaligus anggota BMI. ”Saya mewakili pribadi dan Desa Cibentang mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian BMI yang begitu tinggi kepada warga kami. Semoga ini menjadi keberkahan kita bersama,” jelasnya.

Sementara, Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara mendoakan agar Keluarga Ibu Fatimah tetap tabah mengurus kedua buah hatinya. Ia berharap Ela bisa merasakan kembali masa kecilnya lewat kursi roda gratis dari BMI. ”Semoga ananda Ela dan Sri Rahayu tumbuh dengan sehat dan tetap ceria,” ujarnya.

Baca Juga : Kursi Roda Gratis BMI Ukir Senyum Fadli Kembali Ceria

Penulis Best Seller Model BMI Syariah itu menjelaskan program kursi roda gratis  merupakan implementasi poin ke lima Peradaban Baru Koperasi Indoensia. Yakni koperasi itu peduli sesama. Koperasi yang benar – benar koperasi harus peduli dengan sesama, harus berjalan dengan semangat berbagi, tolong – menolong dan memberdayakan.

”Koperasi itu peduli sesama dan berjiwa sosial. Koperasi sebagai perusahaan memiliki tujuan ganda, koperasi tidak hanya sekedar mencari keuntungan tetapi memiliki sifat berbagi kepada sesama (anggota dan non anggota) yang merupakan cerminan dari sifar tolong – menolong. Koperasi juga memiliki fungsi untuk memberdayakan anggota dan non anggota dalam mewujudkan kesejahteraan yang mandiri dan bermartabat,” tandasnya.

Baca Juga : Yuk Kenal Lebih Dekat Dengan Kopsyah BMI

Disadari atau tidak bahwa kekuatan ZISWAF dari anggota BMI menjadi faktor stimulus kemakmuran ekonomi anggota. Dalam skala desa saja, ZISWAF mampu mengurangi tingkat kemiskinan warga, menciptakan keadilan ekonomi, menciptakan distribusi pendapatan yang merata, dan menjadi jaminan sosial dengan pelayanan yang efektif.

(Togar Harahap/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.