BMI Tebar Semangat Ekonomi Gotong Royong di Megamendung dan Ciseeng

BMI Corner

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Salah satu dari kalian memikul kayu bakar dipunggungnya itu lebih baik daripada ia minta-minta kepada seseorang baik diberi atau ditolak. (HR. Bukhari).

KLIKBMI.COM, BOGOR – Ekspansi Koperasi BMI di Kabupaten Bogor terus dikebut. Dua pertemuan umum (PU) di helat di tempat terpisah, Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung dan Desa Cibentang, Kecamatan Ciseeng, Selasa 14 September 2021.

Kehadiran BMI memberikan sinar cerah bagi ekonomi warga Megamendung. Hadir dalam PU Desa Sukamaju, Direktur Operasional Koperasi BMI Yayat Hidayatullah, Pengawas Operasional Kopsyah BMI Bagus Wicaksana, Manajer Operasional Kopsyah BMI Muhammad Fadlillah, Manajer Area 08 Asep Hendra dan Manajer Cabang Megamendung Hadi Sunandi.

Sementara dari eksternal yakni, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Megamendung A Chaidir, Sekretaris Desa Sukamaju M Romli dan 30 Ketua RT dan RW yang menyaksikan tayangan company profile BMI dan presentasi Koperasi BMI di sana.

Di Desa Sukamaju Megamendung, kehadiran BMI disambut warga dengan antusias. Karena dalam sesi tanya jawab, Sekretaris Desa Sukamaju Mohammad Romli mengatakan bahwa BMI memberikan solusi kepada warga ketimbang lembaga keuangan lain.

Baca Juga : Muhammad Zaen, Pengusaha Properti Asal Bengkulu, Serahkan Tanah Wakaf Seluas 5000 M2 Kepada Kopsyah BMI

”Saya ingatkan bapak-bapak semua. Bahwa ketua RT,RW  dan tokoh masyarakat di Desa Sukamaju hanya bisa melarang bank keliling, bank emok atau LKM lain tapi belum ada solusi yang ditawarkan. Tapi BMI ini lain, BMI tidak hanya memberikan akses modal, tapi punya cara agar usaha anggota tetap berjalan lancar. Harapan besar kepada kopsyah BMI sebagai solusi masyarakat dalam meningkatkan ekonomi kami,” jelasnya.

Pernyataan Romli menguatkan apa yang disampaikan Direktur Operasional Koperasi BMI Yayat Hidayatullah. Dalam pertemuan umum, banyak pertanyaan dari warga apa pembeda BMI dengan lembaga lain.

Yayat menjelaskan, bahwa BMI hadir untuk meningkatkan ekonomi warga desa lewat koperasi.  Ia memberikan penekanan pada efektifitas dana koperasi untuk memberikan kesejahteraan pada masyarakat desa, apalagi di Kecamatan Megamendung, pertemuan umum pertama kali dilakukan di Desa Sukamaju.

Pengawas Operasional Koperasi BMI Bagus Wicaksana (tiga dari kanan) menyerahkan bingkisan Kopmen BMI untuk membantu operasional Desa Sukajaya Megamendung kepada Sekdes M Romli usai acara PU.

“Jika kita menyimpan di koperasi ini, maka sebetulnya kita telah membangun desa kita sendiri. Karena jika warga Desa Sukamaju menyimpan uang di BMI uangnya tidak lari kemana-mana. BMI memilki 30 program pemberdayaan dan sosial. Ini yang menjadi pembeda. Lantas, bagaimana dengan yang kondisi usahanya sedang macet tentu kita carikan solusinya. Yang pertama  penjadwalan ulang, jadi kalo usaha anggota sedang mengalami masalah bisa kita jadwalkan ulang itu yang disebut rescheduling,” paparnya.

Baca Juga : Babak Baru Menuju Koperasi Perumahan, Kopmen BMI Bangun 28 Unit Rumah Di Savana Residence

”Kemudian, yang kedua restrukturisasi. Maknanya adalah tambahan modal, jika anggota kedapatan macetnya usaha karena kurang modal justru bisa kita tambah pembiayaan. Tentu ini perlu kajian. Lalu jika terdapat musibah kita bisa putihkan. JIni yang terjadi di Lebak pada Januari 2020 silam, 68 anggota dengan pinjaman lebih dari Rp 300 juta kita putihkan” ujar Yayat menambahkan.

Penyerahan santunan anak yatim piatu di sela acara PU Kopsyah BMI di Aula Kantor Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa 14 September 2021.

Sementara, Pengawas Operasional Koperasi BMI Bagus Wicaksana menjelaskan bahwa BMI hadir untuk memberikan layanan dan kesejahteraan anggota melalui Model BMI Syariah, yang berbeda dengan koperasi lain.

”Koperasi BMI bukan koperasi simpan pinjam biasa. BMI hadir melalui lima instrumen dan lima pilar. Inilah pembeda koperasi kita dengan koperasi lain. Melalui 5 instrumen pemberdayaan masyarakat yaitu sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan dan investasi melalui pengembangan budaya menabung dan pemberdayaan Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) menuju pada kemandirian yang berkarakter dan bermartabat,” paparnya.

Profil Koperasi BMI : Klik Disini

”Kita punya lima pilar yang harus berdaya yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan spiritual yang sesuai dengan prinsip syariah. Inilah Model BMI Syariah yang saat ini sedang menjadi percontohan secara nasional,” paparnya.

Kades Cibentang memberikan sambutan dalam agenda PU Kopsyah Cabang Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Di akhir agenda, Manajer Operasional Kopsyah BMI Muhammad Fadlillah langsung bertanya kepada para tamu yang hadir tentang kesediaan BMI hadir di tengah warga Desa Sukamaju. ”Jadi bagaimana bapak ibu semua, apakah BMI diterima di sini,” tanyanya. ”Diterima, kalau bisa segera,” timpal warga.

Di hari yang sama, Kopsyah BMI juga menghelat agenda PU di Desa Cibentang, Kecamatan Ciseeng, Bogor. Dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang benar, para tamu undangan tetap antusias menonton tayangan video profil Kopsyah BMI yang ditayangkan lewat layar. Sama halnya dengan di Sukamaju, agenda PU diakhiri dengan santunan kepada anak yatim.

Antusiasme kehadiran BMI dirasakan Kades Cibentang Hasanuddin. Menurutnya, warganya membutuhkan penguatan modal untuk usaha mikro. Apalagi, usaha mikro mendominasi warga di desa nya. Kondisi pandemi membuat sejumlah pelaku usaha mikro di Cibentang, sulit untuk bergerak.

Baca Juga : Sekcam Kosambi : Baru BMI, Koperasi Yang Benar-Benar Nyata Memberi Manfaat Kepada Warga Kami

”Saya sangat mendukung adanya Kopsyah BMI ke Cibentang, apalagi sangat cocok dengan sifat gotong royong  warga kami yang terus kami jaga hingga sekarang, apalagi Kopsyah BMI kental dengan aspek syariah dan tolong menolongnyanya,” terangnya.

Pertemuan Umum di Desa Cibentang dihadiri Direktur Keuangan Koperasi BMI Makhrus, Anggota Satuan Pengawas Internal Kopsyah BMI Encep Toha Saputera dan Manajer Area 09 Ujang. Sementara dari perangkat daerah yakni Kasi Ekbang Kecamatan Ciseeng Lukman dan para RT-RW.

Dalam sambutannya, Direktur Keuangan Koperasi BMI Makhrus mengatakan bahwa pertemuan umum kali ini merupakan upaya awal untuk menghimpun anggota koperasi yang paham hak dan kewajibannya sesuai dengan karakter dan jatidiri koperasi.

Suasana agenda pertemuan umum Kopsyah BMI di Aula Desa Cibentang, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Makhrus menekankan bahwa BMI sebagai koperasi syariah menekankan bahwa semua produk BMI merujuk pada Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Kegiatan-kegiatan Koperasi BMI yang telah nyata-nyata memberikan manfaat pada anggota dan masyarakat. Pembangunan Rumah Hibah Siap Huni yang dibagikan lebih dari 303 unit kepada anggota dan non anggota, santunan anak yatim, pengobatan massal dan gratis, sunatan massal, bea siswa bagi pelajar dan mahasiswa dan pengobatan penyakit kronis bagi masyarakat tidak mampu turut dijelaskan oleh Makhrus.

Baca Juga : Warga Nanggewer Cibinong Optimistis BMI Mampu Pulihkan Ekonomi Mereka

“Alhamdulilah saat ini kami memiliki 15 cabang di Kabupaten Bogor. Koperasi kita adalah salah satu koperasi terbaik. Koperasi kita dalam kualifikasi Sehat dan Sangat Berkualitas. Kita juga memiliki Pengawas Syariah yang sangat kompeten. Pengawas syariah inilah yang membantu manajemen Kopsyah BMI untuk selalu selaras membangun produk yang senada dengan nafas syariah yang kita bangun. Jadi jangan ragu untuk bergabung menjadi anggota Koperasi BMI,” paparnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Serang Wida Ampiany (tiga dari kiri) memegang formulir pendaftaran anggota BMI dalam PU di Kelurahan Pancur, Kecamatan Taktakan, Serang. Ia menjadi anggota BMI pertama di Kelurahan tersebut.

Kerja ekspansi BMI yang berbeda dari lembaga keuangan lain, terus dikuatkan lewat  pernyataan pejabat legislatif dari Kota Serang, Wida Ampiany. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Serang itu secara langsung menyatakan bahwa dirinya sebagai anggota Kopsyah BMI pertama di Kelurahan Pancur. Hal itu diungkapkannya di tengah Pertemuan Umum di Kelurahan Pancur, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Kamis 9 September 2021 lalu.

Baca juga : Dari Kontrakan Kecil, Anggota Kopsyah BMI Asal Kresek Ini Jadi Jutawan Lewat Celana Boxer

”Koperasi BMI ini berbeda, agenda sosialnya super lengkap. Inilah koperasi yang memberdayakan. Program pemberdayaan BMI seperti di bidang usaha anggota, peternakan dan pertanian memberikan solusi untuk anggotanya tetap mandiri dan berdaya. Makanya dari itu saya menyatakan ingin menjadi anggota BMI,” jelasnya.

”Program BMI sangat berkaitan dengan program-program kami di Komisi II DPRD Kota Serang yang membidangi  pasar rakyat, Pertanian, Perkebunan dan Tanaman Pangan Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Sarana Jariungan Utilitas dan sarana dan lain-lain,” tandasnya.

(gar/KLIKBMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.