Kamaruddin Batubara Serahkan HRSH Perdana BMI Tahun 2021 di Pandeglang

BMI Corner Info ZISWAF

وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (Surat Ar-Ra’d : 22)

PANDEGLANG– Tubuh Saonah terasa lemas. Ia tak kuat lagi untuk berdiri. Sejumlah tetangga membopongnya. Mereka membawa wanita 80 tahun itu ke tenda ungu yang sudah berdiri tepat di depan rumah barunya, Desa Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi, Pandeglang.

Rabu (10/3), akan menjadi momen yang tak bisa dilupakan Saonah dan keluarga. Di pagi yang cukup cerah, BMI menyerahkan hibah rumah siap huni (HRSH) untuk Saonah. Sebelum acara, air mata Saonah terus berlinangan. Dengan suara yang lemah, Saonah memanggil nama anak keduanya. Ia ingin anak keduanya ikut berbahagia dalam acara kemarin. “Enoook… Enook,” sebut Saonah.

Sehari, BMI Serahkan Tiga HRSH Sekaligus. Selengkapnya baca di: Rabu Berkah, Koperasi BMI Bagi 3 Rumah Gratis

Enok adalah panggilan kecil bagi putri keduanya, Siti Fatimah. Sosoknya pemalu dan hampir setiap hari, Enok jarang muncul di depan para tetangganya. Penyebabnya adalah penyakit kusta yang dideritanya sejak usia 10 tahun. Penyakit itu telah memakan habis pergelangan tangan dan sebagian kakinya.

Penyakit ini pun sudah menjalar ke wajahnya. Penyakit itu merangkum semua kesedihan Enok. Kusta membuat Enok tetap melajang hingga usianya menginjak 45 tahun. Sifat pemalunya juga ia perlihatkan dalam acara kemarin, masker menutupi hampir semua wajahnya dan gamis orange membungkus tangan dan kakinya.

Meski menderita Kusta, Enok memiliki ibu yang penyayang. Saonah merawatnya dengan penuh kasih sayang. Saonah yang memiliki keterbatasan pendengaran karena faktor umur, tetap merawatnya dengan penuh perhatian. Sepeninggal suaminya, Saonah bekerja sebagai tukang urut, pendapatannnya tidak menentu, terkadang untuk makan sehari-hari berasal dari pemberian warga sekitarnya.

Dengan kondisi seperti itu, Saonah tidak mampu memperbaiki rumahnya. Namun wanita sepuh tersebut tetap menyisihkan pendapatannya untuk menjadi anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia sejak Oktober lalu. Tabungannya pun mencapai Rp421.300.

GUNTING PITA: Penguntingan Pita HRSH ke 284 oleh Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara, Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Pandeglang Dadan Tafief Daniel dan bersama penerima HRSH, Saonah.

Sama halnya dengan Saonah, air mata Enok pun bercucuran dalam acara tersebut. Namun bukan lagi air mata kesedihan, melainkan linangan air mata kebahagiaan. Rumah panggungnya yang memprihatinkan kini sudah dibangun dari nol oleh Koperasi BMI. Dinding bilik rumah itu kini telah berubah menjadi tembok semen dengan cat berwarna hijau.

Tiang kayu telah berganti dengan hebel yang kokoh. Lantai bambu yang sudah lapuk telah diganti dengan keramik putih. Istirahat Enok dan Saonah tak lagi diganggu angin malam Lereng Gunung Pulosari yang terkenal dingin tersebut.

Tidak Hanya di Banten, Ziswaf BMI Menjalar hingga Jawa Barat. Selengkapnya baca di: Bogor Pancakarsa, Koperasi BMI Luar Biasa!

Sementara dari ujung jalan kampung, Shalawat Bismillah Tawashalna Billah dari kelompok qasidah Azzahra Kampung Cikoneng mengalun indah. Shalawat mengiringi rombongan Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara bersama istri, Intan Fitriani yang datang menggunakan sepeda motor ke lokasi.

Selain Presdir, peresmian juga dihadiri Wakil Presiden Direktur BMI Radius Usman, Manajer ZISWAF Kopsyah BMI Casmita, Manajer IT BMI Idries, Manajer Area 09 Nashadi dan Manajer Kopsyah BMI Cabang Mandalawangi Syahroni.  Selain dari BMI, penyerahan HRSH juga disaksikan langsung Kadis Koperasi dan UMKM Pandeglang Dadan Tafief Daniel.

Meski berada di pelosok Pandeglang, acara peresmian sekaligus penyerahan HRSH BMI tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Poster anjuran 3 M dipasang di sekeliling tenda peresmian oleh panitia. Hand Sanitizer, masker dan sabun cuci tangan disiapkan kepada para tamu undangan.  

Rumah HRSH milik Saonah merupakan yang ke-284 yang dibangun oleh BMI sejak tahun 2015. Acara kemarin semakin istimewa karena rumah Saonah merupakan HRSH pertama yang diresmikan BMI di tahun 2021 termasuk yang perdana di Kecamatan Mandalawangi. Di Pandeglang, BMI telah membangun 28 HRSH gratis.

Selama 2020, BMI Bagikan 43 Rumah Gratis. Selengkapnya baca di: Tahun 2020, Koperasi BMI Bagikan 43 Rumah Gratis

Di depan para tamu, Kamaruddin Batubara berharap HRSH menjadi “Baiti Jannati” atau rumahku surgaku bagi Saonah sekeluarga. Di depan para tamu yang didominasi anggota BMI tersebut, Kamaruddin menyebut bahwa BMI membangun rumah HRSH dengan kualitas yang mumpuni.

”Ini rumah gratis, percaya nggak bu? BMI membangunnya (HRSH milik Saonah-red) nggak setengah-setengah. Dindingnya hebel, lantainya keramik dan plafonnya gypsum. Saya dari tadi bawaannya pengen tidur aja di sini,” katanya.

BANTU SESAMA : Presdir Koperasi BMI Kamaruddin Batubara memberikan arti penting peresmian HRSH sebagai syiar BMI dalam menggerakan anggotanya untuk berinfak membantu saudara-saudara yang membutuhkan.

Kamaruddin menegaskan bahwa HRSH merupakan perwujudan peran koperasi dalam mensejahterakan dan berbagi untuk anggotanya. Dikatakannya, pembangunan HRSH berasal dari dana kebajikan yakni 1 persen setiap pencairan pembiayaan. 50 persen dari 1 persen tersebut diperuntukkan untuk sosial pemberdayaan sementara 50 persen lagi dipakai untuk pengembangan diri atau Capacity Building.

”Dan berbagi adalah perintah dari Al Quran. Di Al Quran banyak ayat yang meminta agar kita senantiasa berbagi dan membantu yang membutuhkan. Ibu Saonah meski tukang urut tapi masih semangat menabung di BMI dan mendapat rumah senilai Rp50 juta. Infaq warga Rp500 ribu dan BMI tinggal menambahkan Rp49,5 juta sisanya. Inilah yang disebut rezeki yang tidak disangka-sangka,” katanya.

Di depan para hadirin, Kamaruddin memberikan kuis dan berhadiah Rp100 ribu untuk menyebut ayat Al Quran tentang rezeki yang tidak disangka-sangka. Peraih Satyalancana Wira Karya oleh Presiden RI tahun 2018 itu menyebut bahwa acara peresmian HRSH merupakan ajakan sekaligus syiar BMI agar tetangga dan warga yang berada di sekitar lokasi ikut berbagi dan membantu saudara-saudaranya yang kesusahan.

Buah Manis Kesabaran Atih, Perajin Tikar Pandan asal Ciseeng, Selengkapnya baca di: Lewat HRSH, Ziswaf BMI Kembali Menggebrak Bogor

”Allah SWT akan memberikan rezeki yang tidak disangka itu ada di Surah At Thalaq 2 dan 3. Dan ini (acara peresmian-red) tidak riya, sedekah juga boleh terang-terangan seperti hari ini. Dalilnya apa? Al Baqarah ayat 274. Bahwa sedekah boleh terang-terangan atau tertutup. Ayat yang lain yang menyebutkan bahwa sedekah secara terang-terangan juga tertulis di Surah Ar-Ra’d ayat 22 dan Ibrahim ayat 31. Jadi ini bukan Riya’, ini adalah ajakan,” jelasnya.

Kamaruddin mengatakan bahkan dalam Surah At Thalaq ayat 8, Allah SWT berfirman “Dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah ia memberikan nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya,”. Termasuk Surah Ibrahim ayat 33-34, untuk tetap bersedekah baik dalam keadaan lapang maupun sempit.  

WUJUD PEMBERDAYAAN : Di depan para tamu undangan, Presdir Koperasi BMI Kamaruddin Batubara menjelaskan bahwa HRSH milik Saonah merupakan bentuk pemberdayaan anggota karena dibangun oleh warga yang juga anggota BMI dan bahan-bahannya dibeli dari toko milik sendiri yakni Kopmen BMI.

”Dari ayat tersebut ,kita disuruh bersedekah justru di saat lagi kesulitan uang. Karena apa, sedekah itu memanjangkan rezeki, memperpanjang umur, dijauhkan dari marabahaya dan disembuhkan dari penyakit. Jadi kalau mau kaya, perbanyak sedekah. Ibu Saonah pasti pernah berdoa minta sama Allah SWT pengen punya rumah yang bagus. Dan saya baru kenal sama beliau hari ini sementara yang masuk ke meja saya, pengajuan HRSH menumpuk. Tapi Allah SWT menggerakkan agar pengajuan Ibu Saonah untuk segera ditanda tangani. Ini rezeki dari Allah SWT,” jelasnya.

Program demi Program Ekonomi Umat oleh Koperasi BMI di Tahun 2021, Selengkapnya baca di BMI Terus Menabur Harapan Di Tahun 2021

”Jadi kalau minta rezeki, mengeluhnya sama Allah, minta sama Dia. Jangan minta sama tetangga, jangan curhat sama tetangga. Setelah itu baru melaksanakan perintah Allah SWT pada Surah Al Jumuah ayat 10 untuk bertebaran di muka bumi mencari rezeki, jangan cicing baek di imah (diam di rumah saja),” tambah pria Kelahiran Batang Natal, 45 tahun silam itu.

Kamaruddin mengatakan, bahwa BMI terus gencar melakukan pemberdayaan anggota. Dalam pembangunanya, BMI menggunakan tenaga warga sekitar rumah Saonah. Mereka adalah suami dan anak dari para anggota BMI. Untuk menegaskan itu, Kamaruddin sempat bertanya kepada Hadi (mitra BMI) mengenai asal para pekerja dan Hadi pun menjawab bahwa para tukang adalah warga asli Desa Cikoneng.

”Saat ini BMI punya 500 tukang dan kami ini maunya dari Banten. Jadi kalau ada pekerjaan di Bogor, orang Bogor yang mengerjakannya, begitupun di Pandeglang, Cilegon dan Serang. Dan kami ingin yang berkerja adalah suami atau anak anggota. Karena itu koperasi, dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota. Makanya bagi ibu-ibu yang belum menjadi anggota segera menjadi anggota BMI,” tegasnya.

”Maka dari itu, BMI memiliki manajer pemberdayaan anggota. Dengan itu, BMI mengajak anggota yang belum memiliki usaha untuk bekerjasama. Maka dengan menjadi anggota BMI, maka makin banyak rumah-rumah HRSH yang dibangun dan makin banyak keluarga anggota yang bekerja. Maka yang belum menjadi anggota ayo jadi anggota BMI,” jelasnya.

Selain itu, BMI terus memberikan kebahagiaan bagi saudara-saudara yang dhuafa. Mulai dari santunan dhuafa dengan nilai bantuan Rp300 ribu-Rp500 ribu yang bulan ini telah digelontorkan untuk 92 orang. Selain itu BMI juga menyediakan 7 unit ambulan yang biaya operasional baik sopir dan BBM semua ditanggung BMI.

”Termasuk bantuan kursi roda bagi saudara-saudara kita yang lumpuh. Alhamdulillah, Toko Cahaya Farma di Serang yang dimiliki saudara saya dan kakak kelas SMA saya Haji Aziz Dalimunthe menyumbang 10 kursi roda setahun untuk BMI. Dan kita doakan beliau rezekinya tambah lancar,” terangnya.

Di Pandegleng, Aziz Dalimunthe juga menjadi donatur bagi pembangunan salah satu HRSH untuk non anggota BMI di Kampung Tenjolahang Timur, Desa Tenjolahang, Kecamatan Jiput, Pandeglang, akhir Desember 2020 silam.

SELALU DI HATI: Teriakan BMI Joss menggema usai acara gunting pita penyerahan HRSH ke 284 di Kampung Cikoneng, Desa Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi, Pandeglang.

Sementara, Kadis Koperasi dan UMKM Pandeglang Dadan Tafief Daniel  menuturkan, bahwa Koperasi BMI tetap istiqamah berusaha memajukan kesejahteraan masyarakat Pandeglang dengan Hibah Rumah Siap Huni. “ Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengucapkan terima kasih kepada Koperasi BMI, mudah mudahan terus dilakukan hingga lebih banyak masyarakat yang terbantu,” tuturnya.

Ia memaparkan bahwa lewat HRSH, warganya semakin terdorong untuk mengenal Koperasi BMI lebih jauh. Menurutnya, warga kini lebih memahami kehebatan ekonomi syariah lewat BMI. ”Saya tegaskan bahwa Koperasi BMI bukan hanya sekedar simpan pinjam saja, tetapi kental dengan kegiatan sosialnya, dengan budaya sedekah dan infaq nya, itu luar biasa,” paparnya.

PANTUN WAPRESDIR IRINGI KEBAHAGIAAN BU RATNA

Ke Pandeglang Pergi Tamasya

Tidak Lupa Membawa Anak-anaknya

Pandeglang Sungguh Luar Biasa

Siapa Dulu Anggotanya

Sepenggel bait pantun menjadi pembuka sambutan Wapresdir Koperasi BMI Radius Usman saat meresmikan HRSH ke 285 milik anggota BMI bernama Ratna, warga Kampung Sobong, Desa Palurahan, Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang. Selain penyerahan HRSH, BMI juga menyerahkan bantuan kursi roda kepada suami Ratna, Atam yang mengalami lumpuh akibat kecelakaan kerja medio 2008.

SEMANGAT BERBAGI : Foto bersama anggota BMI dan Keluarga Ratna usai penyerahan HRSH KE 285 di Desa Palurahan, Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang.

Di depan para tamu, Radius menjelaskan HRSH merupakan  bentuk pemberdayaan anggota melalui rumah gratis itu juga memiliki landasan teologis yang kuat.  Sesuai perintah Allah dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 261 yang artinya: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui,”.

HRSH KE 285 : Presdir Koperasi BMI Kamaruddin Batubara (tengah), Wapresdir Koperasi BMI Radius Usman (kiri) dan Manajer IT BMI Idris berfoto bersama usai penyerahan HRSH ke 285 di Kaduhejo, Pandeglang.

”Kami berharap semua warga di sini menjadi anggota BMI. Meski belum ingin memberikan pembiayaan, ibu-ibu bisa menabung di sini. Karena dengan menjadi anggota, ibu-ibu bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. ,” jelasnya.

Radius menambahkan, program HRSH ini merupakan salah satu bukti konkret bahwa Kopsyah BMI senantiasa hadir untuk memberi solusi dan menebar manfaat. ”Dengan Model BMI Syariah, kami berkoperasi dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi, meningkatkan taraf pendidikan anggota dan anak anggota, menjaga kualitas kesehatan anggota dan keluarganya, menumbuhkan jiwa sosialnya dan meningkatkan praktik spiritualnya,” tegasnya.

Diketahui, Ratna adalah Anggota Kopsyah BMI Cabang Majasari sejak 23 Desember 2020 lalu. Sejak kecelakaan yang menimpa suaminya, Ratna bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan setiap hari nya sebesar Rp20 ribu.

Kondisi rumahnya sangat memprihatinkan dan sudah tidak layak huni, dengan kondisi rumah bilik yang sudah mau roboh. “Alhamdulillah kini rumah Ibu Ratna sudah kokoh dan bagus berkat program Hibah Rumah Siap Huni dari Kopsyah BMI. Rasa syukur yang tak terhingga dan semoga Kopsyah BMI semakin maju dan semakin banyak anggotanya,” ujar Manajer Kopsyah BMI Cabang Majasari, Ismail Fajar Sidik.

Total biaya pembangunan Hibah Rumah Siap Huni sebesar Rp50 juta (Infaq dari Keluarga sebesar Rp.500.000, dan bahan material sebesar Rp.4.605.000,- kekurangannya dari Koperasi BMI sebesar Rp.44.895.000). Selain dihadiri Presdir Koperasi BMI, penyerahan HRSH ke 285 juga disaksikan Camat Kaduhejo, Kapolsek Banjar AKP Satir dan Kabid UKM Dinkop UKM Kabupaten Pandeglang, Parti. (gar/KLIKBMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.